ADAKITANEWS, Kediri – Jembatan penghubung antara Kecamatan Mojo dengan Kecamatan Ngadiluwih di Kabupaten Kediri akhirnya dibangun. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo, Senin (15/05).

Warga di Kabupaten Kediri, khususnya yang berada di Kecamatan Mojo dan Kecamatan Ngadiluwih patut bersyukur lantaran jembatan yang menghubungkan kedua wilayahnya tersebut bakal segera terealisasi.

Sejak kepemimpinan Bupati Kediri, H Sutrisno sekitar 10 tahun silam, jembatan ini sudah diperjuangkan untuk bisa dibangun. Upaya yang dilakukan terus-menerus tersebut, akhirnya bisa terwujud pada masa Bupati Kediri, Hj Haryanti Sutrisno, yang merupakan istri Bupati sebelumnya.

Keberhasilan pembangunan jembatan dengan panjang 182 meter dan lebar 9 meter ini juga tak luput dari perjuangan putra asli Kediri, yakni Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, hingga akhirnya mendapat dukungan dari Presiden RI, Joko Widodo.

Hal itu disampaikan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam sambutannya di depan jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri dan seluruh masyarakat yang ada di sekitar lokasi pembangunan jembatan.

“Jujur, ini adalah atas usulan Bapak Sekretaris Kabinet. Bukan apa-apa, ini merupakan pengembangan wilayah karena menurut Pak Pram, ada ketimpangan antara pengembangan pembangunan wilayah antara barat dan timur Sungai Brantas,” ujar Menteri PUPR yang kemudian disambut tepuk tangan meriah seluruh undangan yang hadir.

Basuki Hadimuljono juga menyampaikan, dengan dibangunnya jembatan Ngadiluwih ini, diharapkan dapat meningkatkan geliat ekonomi di kedua wilayah.

Sementara itu Pramono Anung mengatakan, dibangunnya jembatan tersebut merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri baginya. Pasalnya, jembatan itu nantinya bisa menghubungkan wilayah Kabupaten Kediri bagian barat dan timur, yang selama ini dipisahkan oleh aliran Sungai Brantas.

“Saya orang yang paling bahagia karena jembatan ini dibangun. Ini adalah keinginan utama saya dengan Pak Tris (sapaan akrab mantan Bupati Kediri, H Sutrisno,red) untuk bisa membangun jembatan yang menghubungkan barat dan timur sungai,” ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan Ngadiluwih yang menelan dana APBN senilai Rp 32,77 miliar ini nantinya direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2017 mendatang. Diharapkan, setelah adanya jembatan bisa semakin meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mempermudah akses antara dua wilayah di Kabupaten Kediri.(adv/diskominfo/kur)

Keterangan gambar: Sekretaris Kabinet RI, Pramono Anung Wibowo bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat acara groundbreaking jembatan Ngadiluwih.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170519-WA0000-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/05/IMG-20170519-WA0000-150x150.jpgREDAKSIAdvertorialadakitanews,Berita,jembatan mojo,jembatan ngadiluwih,kediri,menteri pupr,pemkab kediri,sekretaris kabinet
ADAKITANEWS, Kediri – Jembatan penghubung antara Kecamatan Mojo dengan Kecamatan Ngadiluwih di Kabupaten Kediri akhirnya dibangun. Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo, Senin (15/05). Warga di Kabupaten Kediri, khususnya yang berada di Kecamatan...