ADAKITANEWS, Jombang – Aksi bejat yang dilakukan oleh seorang oknum guru yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Jombang terhadap puluhan siswinya, menjadi perhatian khusus Polres Jombang.

Jajaran anggota Polres Jombang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, terpaksa terjun langsung ke SMPN 6 Jombang untuk melakukan dialog dengan sejumlah wali murid dengan pihak sekolah. Hal tersebut dilakukan oleh pihak Polres Jombang setelah menyusul adanya laporan atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru setempat berinisial ME, yang sehari-hari mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Ini dilatarbelakangi oleh laporan wali murid yang merasa tidak puas karena beberapa hari sudah melaporkan ke pihak sekolah dan khawatir tidak ditindaklanjuti dengan serius terhadap pelecehan seksual yang dialami oleh murid, yang dilakukan oleh oknum guru. Oleh karena itu kami datang, kami mengimbau agar serahkan pada kami untuk tindaklanjut kasus ini,” tegas Kapolres Jombang, Senin (12/02).

AKBP Agung Marlianto mengatakan bahwa ada 25 siswi yang diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru tersebut. Untuk sementara, lanjut Kapolres, pihak Polres Jombang akan terus melakukan pendalaman kasus dugaan pelecehan tersebut. “Kami membutuhkan kooperatif dari wali murid ataupun korban-korban adik-adik kita ini untuk melakukan visum untuk kita ambil keterangan, supaya bisa kita gali sedalam-dalamnya peran dari si pelaku ini,” ujar AKBP Agung Marlianto.

Sementara, Kepala SMP Negeri 6 Jombang, Suprayitno, membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru yang mengajar di sekolah yang dipimpinnya. “Dia (ME) seminggu yang lalu kami pindah. Dia sudah membuat pernyataan mengakui kesalahannya di buku pembinaan, berikutnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Sedangkan, salah satu orang tua murid, YA, 35, warga Kecamatan/Kabupaten Jombang yang anaknya juga menjadi korban dugaan pelecehan seksual mengatakan peristiwa tersebut terungkap setelah salah satu siswi menolak saat diminta buka baju. “Sudah banyak yang menjadi korban. Makanya kami datang untuk meminta agar guru tersebut diproses,” tandasnya.

Selain itu, RU, 38, salah satu wali murid lain juga mengatakan bahwa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru mencuat ketika 6 siswi memberanikan diri melapor ke guru Bimbingan Konseling (BK), setelah mengalami tindakan tidak senonoh oleh gurunya tersebut. “Sementara yang melapor hanya 6 anak, kalau kami telusuri ada sekitar 25 anak yang menjadi korban,” kata RU kepada sejumlah wartawan di SMPN 6 Jombang, Senin (12/02) pagi.(ar)

Keterangan gambar: Sejumlah siswa saat berada di Polres Jombang.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/120218-ar-jombang-smpn-6-3-1024x676.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/120218-ar-jombang-smpn-6-3-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,jombang,pelecehan seksual,smpn 6 jombang
ADAKITANEWS, Jombang - Aksi bejat yang dilakukan oleh seorang oknum guru yang mengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kabupaten Jombang terhadap puluhan siswinya, menjadi perhatian khusus Polres Jombang. Jajaran anggota Polres Jombang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, terpaksa terjun langsung ke SMPN 6...