ADAKITANEWS, Blitar – Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, berdasarkan data yang ada di Dinkes tercatat tiga kecamatan di Kabupaten Blitar menjadi daerah endemis demam berdarah. Diantaranya Kecamatan Srengat, Kecamatan Udanawu, Kecamatan Garum.

“Sesuai data yang kita punya, ketiga daerah itu mendominasi jumlah kasus demam berdarah tertinggi jika dibandingkan dengan daerah lainya,” kata Eko, Kamis (30/11).

Selain itu menurutnya, untuk tiga kecamatan tersebut ada puluhan kasus DBD, dan kecamatan yang lainnya hanya ada beberapa kasus DBD. Dijelaskannya, terhitung sejak bulan Januari hingga Oktober 2017 jumlah penderita DBD di Kabupaten Blitar ada 70 penderita, dan dua diantaranya meninggal dunia.

“Kalau di Kecamatan lain, hanya ada beberapa saja. Tapi di tiga Kecamatan ini terhitung hingga puluhan,” ungkapnya.

Eko menambahkan, saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, sehingga masyarakat diminta untuk melakukan tindakan antisipasi dengan cara menjaga lingkungan sekitar. “Saya berharap masyarakat juga menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Sehingga bisa mengantisipasi berkembangnya nyamuk DBD,” imbuhnya.(fat)

Keterangan gambar: Eko Wahyudi, Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/301117-fat-blitar-dbd-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/301117-fat-blitar-dbd-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,blitar,dbd,demam berdarah
ADAKITANEWS, Blitar - Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, Eko Wahyudi mengatakan, berdasarkan data yang ada di Dinkes tercatat tiga kecamatan di Kabupaten Blitar menjadi daerah endemis demam berdarah. Diantaranya Kecamatan Srengat, Kecamatan Udanawu, Kecamatan Garum. 'Sesuai data yang kita punya, ketiga daerah itu mendominasi...