3 Spesialis Pencuri Motor Pelajar Dibekuk Polisi

631

ADAKITANEWS, Kota Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota berhasil menangkap tiga diantara empat pelaku pencurian kendaraan bermotor beserta enam buah barang bukti berupa sepeda motor. Dua pelaku bahkan terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas karena melawan saat akan ditangkap.

Tiga pelaku tersebut adalah Ahmad Basori, 35, warga Desa Tembero Kecamatan Kejayan Pasuruan, M Mukson, 22, warga Desa Bokwedi Kecamatan Blendongan Pasuruan, dan Nur Afandi, 31, warga Desa Patebon Kecamatan Kejayan Pasuruan.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar mengatakan, para pelaku sebelumnya sempat meresahkan warga Kota Blitar, khususnya siswa sekolah. Hal itu karena mereka menyasar sepeda motor milik siswa yang sedang parkir di sekitar sekolah. Terakhir, aksi pencurian dilakukan di masjid dekat SMA Negeri 4 Negeri Kota Blitar, Sabtu (16/12) lalu.

“Sebelum diamankan para pelaku melakukan aksi di tiga TKP. Diantaranya di SMK Negeri 1, SMA Negeri 1, dan terakhir mereka beraksi di masjid Al Mubarok dekat SMA Negeri 4 Kota Blitar dan terekam CCTV. Dari sanalah Satreskrim mengantongi identitas pelaku dan berhasil mengamankan ketiga pelaku saat akan membawa kabur motor hasil curian ke Lumajang,” kata AKBP Adewira Negara Siregar, Selasa (19/12).

AKBP Adewira Negara Siregar menjelaskan, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan menyamar sebagai siswa sekolah dan guru. Setelah siswa pemilik kendaraan lengah, mereka merusak lubang kunci sepeda motor menggunakan kunci T. “Setelah dirusak dengan kunci T pelaku langsung membawa kabur motor korban ke arah Lumajang,” paparnya.

Lebih lanjut Kapolres mengungkapkan, selain di wilayah hukum Polres Blitar Kota, para pelaku juga telah melakukan aksi curanmor di daerah lain. Diantaranya di wilayah Tulungagung pelaku melakukan aksinya di sembilan TKP yang semuanya juga berlokasi di sekolah. “Total ada 16 TKP, 7 wilayah hukum Polres Blitar Kota dan 9 di wilayah Tulungagung,” ungkapnya.

Sementara menurut pengakuan pelaku, M Mukson, ia melakukan pencurian baru pertama kali ini. Selain itu dalam sekali melakukan aksi, ia diberi upah Rp 1,5 juta. “Uangnya saya gunakan untuk membayar kontarakan,” ujarnya.

Setelah pres release Polres Blitar Kota langsung mengembalikan barang bukti sepeda motor kepada korban.(fat/wir)

Keterangan gambar: Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar saat menunjukkan barang bukti.(foto : fathan)