tni@dakitanews Jombang – Kedatangan jenazah anggota TNI AL, Pelda Sujono, di rumah duka Desa Pulo Lor Kecamatan Jombang Kota disambut isak tangis, Kamis (25/9/2014). Bahkan salah satu anak dari almarhum langsung pingsan begitu jenazah sang ayah diturunkan dari mobil ambulance. Sedangkan istri korban, Ana Nurhasanah (52), tak henti menangis. Cairan bening keluar dari sudut matanya yang sembab.

Pelda Sujono merupakan salah satu dari enam anggota TNI AL yang meninggal akibat kecelakaan di jalan tol Waru arah Perak KM 3.400 Surabaya, karena truk TNI AL 8503-03 yang mereka tumpangi menabrak trailer L 8068 SM sedang parkir.

Usai mendengar kabar duka, kerabat Pelda Sujono langsung berkumpul di rumah duka. Para tetangga juga berdatangan guna menyampaikan bela sungkawa. Jenazah anggota TNI AL itu dikebumikan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang.

Baik Ana Nurhasanah maupun kerabat lainnya tidak menyangka jika Pelda Sujono cepat menghadap Illahi. Padahal, tadi pagi dia berangkat ke Surabaya diantar oleh salah satu anaknya. Apalagi sebelumnya pihak keluarga juga tidak mendapatkan firasat apapun. “Tidak ada firasat apa-apa. Malah tadi pagi berangkat kerja diantar oleh anaknya,” kata Nurhasanah, setengah terisak.

Namun demikian, sang istri mengakui, beberapa hari sebelumnya suaminya menyempatkan diri ke Malang untuk berzairah di makam sang ibu. “Tidak ada pesan apapun. Kami semua kehilangan,” katanya menambahkan.

Di lingkungan tempat tinggalnya, Pelda Sujono dikenal sebagai sosok pendiam. Selain itu juga ramah dengan para tetangga. Oleh karena itu, meninggalnya anggota Lantaman Surabaya ini membuat warga Desa Pulo Lor sangat kehilangan. “Sehari-hari cukup baik dengan warga. Beliau sosok pendiam,” kata salah satu warga yang sedang takziah.

Selain meninggalkan seorang istri, Pelda Sujono juga meninggalkan tiga orang anak. Putra paling bungsu masih menempuh pendidikan di MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Jombang.

Peristiwa kecelakaan maut di KM 3.400 di tol Waru-Dupak, Surabaya, Kamis (25/9/2014) pagi tadi, pihak TNI menduga sopir terburu-buru mengejar jam apel pagi.

Truk TNI AL dari Satlinlamil Nodis AL 8503-03 menabrak trailer nopol L 8068 SM yang dikemudikan Jamal, warga Surabaya. Akibat peristiwa itu, sopir trailer pengangkut sabun kini menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian Satlantas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI AL, Mayjen M Fuad Basya mengatakan, pihaknya menduga kecelakaan maut itu terjadi karena sopir terburu-buru mengejar apel pagi. “Kami menduga kecelakaan ini terjadi karena sopir terburu-buru mengejar apel pagi,” katanya di Makoarmatim, Surabaya.

Saat kejadian, truk TNI AL itu mengangkut sekitar 21 anggota (termasuk sopir) Satmil Lantamal V Koarmatim Surabaya. “Truk yang ditumpangi anggota ini menabrak truk trailer di KM 3.400, tol Dupak arah Perak (Tol Waru-Dupak),” terangnya.

Akibat insiden itu, lanjut dia, enam anggota TNI AL meninggal dunia dan 15 lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di RSAL dr Ramelan, Surabaya. “Namun, untuk penyebab dan kronologis kecelakaan, saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian dan Lantamal V,” tandas dia.

Dalam insiden itu, enam prajurit TNI AL dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, dua korban meninggal di TKP atas nama Serka Joko (sopir truk) dan Koptu Sunoko, penumpang sebelah kiri sopir. Sedang empat korban lain dinyatakan meninggal saat berada di rumah sakit. Mereka adalah Pelda Sujono, Serka Bambang, Sertu Mahmudin, dan Sertu Katimin.

Sementara itu, ada 15 korban luka dan tengah dirawat intensif di RSAL dr Ramelan Surabaya. Korban luka itu antara lain, Sertu Fery, KLK Miftakul Rohim, Pelda Sukatno, Serda Hernan, KLK Miftakul Khoiri, Pelda Sudjoko, Kopda Didik Rianto, Kopda Suroso, Kopka Sukandar, Serka Sukamto, Serka Anton, Koptu Hadi, Serka Sugeng, Serka Sunar, dan Sertu Towari.

Tak berselang lama pascakejadian, enam korban meninggal setelah disemayamkan di kamar jenazah RSAL dr Ramelan diberangkatkan ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan.

Keenam jenazah anggota TNI AL diberangkatkan ke rumah duka menggunakan enam mobil ambulance. Empat di antaranya menuju rumah duka di Mojokerto, sedang satu menuju ke Sidoarjo dan satu lagi ke Jombang.

Sedangkan 15 korban luka yang masih dalam perawatan tim dokter, dua di antaranya kritis. “Satu korban kritis dirawat di ICU dan satu lagi berada di ruangan perawatan,” terang Humas RSAL dr Ramelan, Wida.(Hanif/Jati)

Keterangan Gambar : Proses kedatangan jenazah korban dirumah duka

RedaksiDaerah
@dakitanews Jombang - Kedatangan jenazah anggota TNI AL, Pelda Sujono, di rumah duka Desa Pulo Lor Kecamatan Jombang Kota disambut isak tangis, Kamis (25/9/2014). Bahkan salah satu anak dari almarhum langsung pingsan begitu jenazah sang ayah diturunkan dari mobil ambulance. Sedangkan istri korban, Ana Nurhasanah (52), tak henti menangis....