ADAKITANEWS, Sidoarjo – Lima orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek ‎jalur ekstrem di ‎Sidoarjo yang menggunakan ‎APBD tahun 2015 sebesar Rp 1.742.584.000,‎ akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Kamis (05/04).

Dua diantaranya merupakan bapak dan anak, yakni Hadi Putranto, 58, warga Bumi Citra Fajar Sidoarjo dan Deni, 34, yang tinggal di Desa Larangan Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Mereka berdua merupakan pelaksana proyek pembangunan jalur ekstrem yang terletak di Jalan Lingkar Timur Sidoarjo, untuk sarana olahraga sepeda BMX.

Tiga tersangka lain yakni Usman, selaku pemilik CV Sinar Cemerlang, warga Dukuh Sari Kecamatan Jabon, Martono, 53, warga Tropodo Kecamatan Waru, dan Mulyadi, ‎46, warga Desa Banjarbendo Sidoarjo, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Dispora Kabupaten Sidoarjo.‎

Para tersangka beserta barang bukti dan berkas perkara, langsung dibawa ke Kejari Sidoarjo oleh penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo, ‎untuk pelimpahan tahap dua‎ dan bakal menjalani menahanan oleh pihak kejaksaan.‎‎

Proyek jalur ekstrem di Jalan Lingkar Timur‎ ‎Sidoarjo‎ diketahui dilaksanakan oleh Dispora Kabupaten Sidoarjo menggunakan dana ‎APBD tahun 2015 sebesar Rp 1.742.584.000. Tapi pengerjaannya, jauh dari spesifikasi hingga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 578 juta.

“Modusnya yang pasti dari pelaku ini mencairkan dana, tetapi pengerjaan proyek tidak sesuai dengan spek atau pembangunan yang sebenarnya,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muh Harris saat pers rilis di Mapolresta Sidoarjo.

Setelah resmi ditahan di Kejari Sidoarjo, kelima orang tersangka‎ tersebut langsung dikirim ke Lapas Sidoarjo.

Ada beberapa alasan Kejari Sidoarjo akhirnya memuutuskan untuk menahan lima tersangka tersebut. “Khawatir tersangka kabur, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya. Dan yang tidak kalah penting, untuk memudahkan proses penuntutan,” kata Kasi Pidsus Kejari‎ ‎Sidoarjo, Adi Harsanto.‎

Setelah resmi dinyatakan P-21 alias sempurna, pihak Kejari pun bersiap untuk segera melimpahkannya ke pengadilan. “Masa penahanannya kan terbatas 20 hari, dan bisa diperpanjang. Tapi kami menargetkan penanganan perkara ini lebih cepat. Targetnya dalam seminggu ke depan sudah dilimpahkan ke pengadilan,” tandas Adi.(sid3)

Keterangan gambar : Satreskrim Polresta Sidoarjo menunjukkan berkas-berkas barang bukti sebelum bawa ke Kejari Sidoarjo.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/050418-sid3-sidoarjo-korupsi-2.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/050418-sid3-sidoarjo-korupsi-2-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,korupsi,lingkar timur sidoarjo,proyek jalur ekstrem,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo – Lima orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek ‎jalur ekstrem di ‎Sidoarjo yang menggunakan ‎APBD tahun 2015 sebesar Rp 1.742.584.000,‎ akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Kamis (05/04). Dua diantaranya merupakan bapak dan anak, yakni Hadi Putranto, 58, warga Bumi Citra Fajar Sidoarjo dan Deni, 34, yang...