ADAKITANEWS, Blitar – Sedikitnya 7 ekor sapi milik peternak di Desa Purworejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar mati mendadak dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Pemerintah Kabupaten Blitar pun hingga kini mengaku juga belum mengetahui penyebab pasti kematian sapi ini.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, drh Yuda Satya Wardhana mengatakan, berdasarkan laporan petugas di lapangan, gejala yang dialami tujuh sapi sebelum mati diantaranya kenaikan suhu tubuh yang tidak wajar serta dibarengi dengan kelumpuhan yang dialami oleh beberapa sapi.

Tujuh sapi yang mati itu juga memiliki gejala dan indikasi yang sama. “Kita melihat ini seperti mengarah ke sebuah penyakit tertentu yang belum pernah kita jumpai. Sehingga kita belum bisa memastikan penyakit apa yang menjangkiti sapi milik warga Purworejo,” katanya, Selasa (10/04).

Namum demikian pihaknya membantah jika matinya 7 sapi milik warga Purworejo Kecamatan Srengat ini diakibatkan oleh serangan bakteri antraks. Meski di lokasi tersebut pernah ditemukan sapi positif antraks.

Menurutnya, meski belum diketahui pasti, namun gejala yang disebutkan mengarah pada penyakit ngorok atau Septeicaemia Efizooticae. “Itu bukan antraks. Karena penyakit antraks itu penyakit seunosa yang bisa menjangkit manusia. Makanya kita masih tunggu hasil uji laboratorium oleh Balai Besar Veteriner Jogjakarta,” pungkasnya.

Berdasarkan hasil analisa dan investigasi yang telah dilakukan, gejala yang dialami oleh sapi sebelum mati tidak menunjukkan serangan antraks seperti mengeluarkan darah dari hidung sapi.

drh Yuda menambahkan, untuk mencegah pertambahan jumlah sapi yang mati ia meminta para warga untuk segera melapor. “Jadi nanti biar bisa langsung kita tangani agar yang mati tidak bertambah,” imbuhnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: drh Yuda Satya Wardhana, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/100418-fat-blitar-sapi-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/100418-fat-blitar-sapi-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,antraks,Berita,blitar,sapi
ADAKITANEWS, Blitar - Sedikitnya 7 ekor sapi milik peternak di Desa Purworejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar mati mendadak dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Pemerintah Kabupaten Blitar pun hingga kini mengaku juga belum mengetahui penyebab pasti kematian sapi ini. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan...