ADAKITANEWS, Tulungagung – Kekosongan perangkat desa yang dialami beberapa desa di Kabupaten Tulungagung, akan segera teratasi setelah Bupati Tulungagung mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Perangkat Desa.

Meski Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa telah ditetapkan, dan masuk lembaran daerah pada 3 Maret 2017 lalu, namun Perbup yang merupakan petunjuk teknis dari Perda tersebut baru ditandatangani Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, beberapa hari yang lalu.

Sebelum dikeluarkannya Perbup, sejumlah desa di Kabupaten Tulungagung takut melaksanakan pemilihan perangkat desa meski banyak kekosongan jabatan. Walaupun Perda tentang Perangkat Desa sudah ada, namun tanpa Perbup, tidak bisa dilaksanakan.

Seperti halnya di desa Moyoketen, terjadi kekosongan Sekretaris Desa, karena meninggalkan dunia. Jabatan tersebut dibiarkan kosong dan hanya digantikan oleh pelaksana tugas dari perangkat yang ada.

Bupati Tulungagung mengakui bahwa Perbup yang merupakan pengiring Perda Nomor 4 Tahun 2017, baru dikeluarkan beberapa hari yang lalu.

“Perbup tentang Perangkat Desa sudah keluar sejak beberapa hari yang lalu. Saya perintahkan untuk segera dilaksanakan. Karena di beberapa desa sudah mengalami kekosongan perangkat sudah lama,” kata Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, Selasa (10/10).

“Dengan adanya Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD), beban perangkat desa makin berat. Kalau kekosongan perangkat desa tidak segera diisi, tentu akan mengganggu program yang telah disusun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Tulungagung, Usmalik mengatakan, meskipun telah ada Perbup, untuk pelaksanaannya perlu beberapa tahapan. Jadi tidak bisa serta merta langsung diadakan proses untuk mengisi sejumlah kekosongan perangkat.

“Ada beberapa tahapan yang harus dilalui diantaranya sosialisasi, penyusunan SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja). Setelah itu baru memasuki tahapan berikutnya,” kata Kabag. Pemerintahan Tulungagung, Usmalik.

“Kita juga memerlukan pemetaan kebutuhan perangkat desa, agar tidak terjadi ketimpangan yang sangat mencolok seperti sekarang ini. Sebagai contoh, di desa Kalidawe Kecamatan Pucanglaban hanya ada 6 perangkat. Sementara di salah satu desa di Kecamatan Ngunut Desa Demuk ada 28 personel,” ujarnya.(ta1)

Keterangan gambar : Usmalik, Kabag Pemerintahan Kabupaten Tulungagung.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/101017-ta1-tulungagung-timpang-1024x573.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/101017-ta1-tulungagung-timpang-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,perangkat desa,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Kekosongan perangkat desa yang dialami beberapa desa di Kabupaten Tulungagung, akan segera teratasi setelah Bupati Tulungagung mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Perangkat Desa. Meski Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perangkat Desa telah ditetapkan, dan masuk lembaran daerah pada 3 Maret 2017 lalu, namun Perbup...