“Aku Iso Ngopo” Tekad mewujudkan mimpi desa Bejiharjo menjadi “Biso Ngopo Wae”

6

Kediri(adakitanews.com)—Berangkat dari kondisi daerah yang serba kekurangan serta kondisi geografis yang kurang potensi, desa Bejiharjo Kecamatan Wonosari Jawa Tengah ini, mampu menarik perhatian kalangan Mahasiswa dan masyarakat peduli lingkungan.

Dengan melakukan penelitian akan kondisi Desa Bejiharjo dan keberadaan masyarakatnya, dalam waktu kurang dari sepuluh tahun terakhir, desa Bejiharjo mampu membalikkan keadaan dari “aku ngiso ngopo” menjadi “aku biso ngopo ngopo” yang artinya aku bisa apa menjadi aku bisa apa saja.

Kisah perjalanan desa Bejiharjo Kecamatan Wonosari, yang disampaikan Tanto salah satu pengurus Bumdes Desa Bejiharjo saat menjadi narasumber didalam acara kunjungan Study banding seluruh perangkat dan pengurus Bumdes Desa Papar kecamatan Papar Kabupaten Kediri beberapa waktu lalu.

“Kami sangat terinspirasi dengan proses terjadinya desa wisata yang berada di daerah Gunung Kidul ini, dimana masyarakatnya mampu membangun perekonomianya secara mandiri dan kompak dalam mewujutkan mimpi mereka, bahkan setiap kebutuhan yang diperlukan terkait wahana dan wisata didaerah Bejiharjo, dibuat oleh masyarakat sendiri, tanpa mengurangi standart kwalitas barang tersebut,” Jelas Sekretaris Desa Papar Kusno, Minggu (1/12/2019).

Melihat kondisi di Desa Papar yang berbeda dengan desa Bejiharjo, tidak menyurutkan antusias perangkat desa Papar untuk merencanakan perubahan yang akan dibangun diwilayah desa Papar dengan basis pertanian yang mengandalkan sumberdaya alam yang ada.

Sungai Brantas dan Serinjing Barat salah satu sektor yang menjadi pusat perhatian beberapa perangkat desa, seusai berdiskusi dengan masyarakat desa Bejiharjo disertai menikmati sajian wisata sungai Pindul yang menjadi andalan seluruh masyarakat desa Bejiharjo kecamatan Wonosari Jawa Tengah.

Bahkan kepala desa Papar Kelik Priono siap membangun impian masyarakatnya, dengan menggandeng BPD, LPMD dan elemen yang terkait didesanya.

” Tentunya dengan menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan bukan hanya dana, tetapi aturan yang harus dipenuhi dan tidak kalah penting yaitu SDM desa Papar dan mental seluruh perangkat dan masyarakat yang dipimpinya,” tegas Haji Kelik sebutan akrab kepala Desa Papar.

Dengan mengutamakan keterbukaan dan profesionalis didalam mengelola keuangan desa, diharapakan desa yang dipimpinya terhindar dari tindak penyelewengan dana desa bahkan kasus korupsi. Hal itupun akan dilakukan dengan memanfaatkan media yang ada.

Tentu terkait Bumdes yang ada, sama seperti yang dilakukan di desa Bejiharjo, Bumdes desa Papar akan memviralkan setiap potensi Wisasata yang ada didaerahnya. Diharapkan dengan langkah itu, masyarakat luas akan lebih mengetahui informasi yang ada didesa Papar.

“Pastinya kami selalu transparan dan menerima kritikan demi kemajuan Desa Papar, ” ungkap Kades Papar.(gar).