Anak 15 Tahun Jadi Otak Aksi Pencurian Motor

2779

ADAKITANEWS, Tulungagung – Kepolisian Sektor Ngantru, Kabupaten Tulungagung, menggulung tiga orang komplotan pencuri sepeda motor yang masih di bawah umur.

Aksi mereka beberapa bulan terakhir sangat meresahkan warga. Dari ketiga pelaku, dua orang diantaranya diketahui masih berstatus sebagai pelajar di sebuah SMP Negeri di Karangrejo Tulungagung dan di SMK swasta Tulungagung. Sedangkan seorang pelaku, merupakan remaja putus sekolah.

“Komplotan pencuri yang kita amankan, yaitu FZW, MFT, dan MYP. Ketiganya melakukan tindakan pencurian di wilayah Ngantru,” kata Kapolsek Ngantru, AKP Maga Fidri Isdiawan, Senin (25/09).

Dari ketiga maling ingusan ini, polisi mengamankan tiga buah sepeda motor yakni Honda Scoopy nopol AG 2064 RAW, Honda Tiger nopol AG 5928 PA, dan Honda Grand nopol AG 3768 RO di tiga lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Ngantru.

Dari pemeriksaan polisi, terungkap bahwa otak pencurian tersebut adalah MYP, 15, remaja putus sekolah dan pengangguran asal Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung. Selain melakukan pencurian sepeda motor, pelaku juga pernah mencuri laptop dan velg.

“Dalam menjalankan aksi pencurian motor, mereka selalu mencari tempat keramaian atau lokasi pertunjukan. Pelaku mengambil motor yang kondisinya tidak terkunci, yang tidak dititipkan di tempat parkir,” tambah AKP Maga.

Lanjutnya, setelah mendapatkan sasaran, salah satu pelaku membawa motor curiannya menjauh dari lokasi menuju ke tempat kos mereka, di Desa Majan Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Baru keesokan harinya, pelaku membuatkan kunci duplikatnya. Sementara hasil kejahatan yang dilakukan pelaku, dipergunakan membayar hutang dan untuk foya-foya.

Awal pengungkapan kasus ini, bermula ketika pelaku akan menjual motor hasil jarahannya kepada seseorang di wilayah Ngantru. Karena calon pembeli curiga, karena kondisi kendaraan tidak dilengkapi surat-surat, akhirnya memberitahukan kecurigaan tersebut kepada polisi.

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui bahwa kendaraan tersebut merupakan hasil tindak kejahatan, hingga akhirnya polisi menangkap ketiganya.

“Meski pelaku menjalani proses pemeriksaan, namun tidak ditahan. Karena mereka masih dibawah umur,” ujar AKP Maga.

Pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUH Pidana, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(ta1)

Keterangan gambar : Pelaku pencurian bersama barang bukti di Polsek Ngantru .(foto : acta cahyono)