ADAKITANEWS, Blitar – Maraknya berita tentang buku pelajaran siswa yang berisikan konten negatif membuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar bergerak cepat. Mereka membentuk tim asesor guna mengevaluasi buku pelajaran yang akan digunakan oleh peserta didik, khususnya dibawah naungan Kemenag, baik MI, MTs, maupun MA.

“Edaran pembentukan tim evaluasi ini sudah sejak awal tahun 2017, tetapi kemungkinan baru akan diterapkan pada awal tahun ajaran baru ini,” kata Jamil Mashadi Humas Kemenag Kabupaten Blitar, Jumat (24/03).

Harapannya, lanjut Jamil, nantinya isi materi yang dipelajari peserta didik sudah tidak ada lagi muatan-muatan yang bersifat radikal maupun negatif. “Harapan kami buku pelajaran sesuai dengan fungsinya yang benar-benar menjadi sumber ilmu pengetahuan dan pencerahan bagi peserta didik,” ungkapnya.

Jamil menambahkan, sesuai rencana yakni tahun ajaran baru ini, maka sebelum buku diterbitkan dalam jumlah banyak harus melalui penyaringan dari tim evaluasi.

“Jadi sebelum buku nanti diterbitkan dalam jumlah banyak, harus mendapat rekomendasi dari tim evaluasi terlebih dahulu,” imbuhnya.(blt2)

 

Keterangan gambar: Jamil Mashadi, Humas Kemenag Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

REDAKSIPendidikankabupaten blitar,kemenag,pendidikan
ADAKITANEWS, Blitar - Maraknya berita tentang buku pelajaran siswa yang berisikan konten negatif membuat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar bergerak cepat. Mereka membentuk tim asesor guna mengevaluasi buku pelajaran yang akan digunakan oleh peserta didik, khususnya dibawah naungan Kemenag, baik MI, MTs, maupun MA. 'Edaran pembentukan tim evaluasi ini...