image@dakitanews Kota Kediri – Masyarakat daerah Jarakan dan Lebak Tumpang Kota Kediri, terancam mengkonsumsi lendir sampah. Pasalnya, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dikhawatirkan akan lebih mencemari lingkungan, sungai, dan mata air warga sekitar. Karena TPA berada sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Selain itu jumlah sampah yang dikirim ke lokasi tersebut sudah melebihi kapasitas.

Pembangunan TPA baru yang bertujuan untuk menampung meluapnya kapasitas sampah Kota Kediri, dirasa kurang efektif. Sebab, jumlah sampah telah overload dibanding kapasitas penampungan. Selain itu lendir sampah yang mengalir ke sungai dekat TPA nantinya akan menambah pencemaran lingkungan. Akibatnya, air yang ada di daerah Jarakan dan Lebak Tumpang terancam tercemar dan diprediksi akan tidak layak konsumsi.

Hal tersebut dikatakan oleh Taufik Dwi Kusuma, Direktur Eksekutif Aliansi Peduli Lingkungan (APeL) saat diwawancara @dakitanews.com. Menurutnya pembangunan TPA baru justru akan menambah penderitaan warga. Pasalnya, sampah yang sudah menumpuk di sebelah selatan TPA dan TPLT itu sudah overload. Sedangkan letak TPA itu berada di bawah pemukiman penduduk, karena kondisi geografis yang berada di daerah perbukitan. Hal tersebut akan menambah pencemaran lingkungan. Karena lendir dari sampah akan jauh lebih banyak dan jauh lebih mencemari lingkungan.

“Pembangunan TPA baru kurang tepat kami rasa. Karena jumlah dari sampah akan bertambah banyak, dan tetap berada di lingkungan Jarakan dan Lebak Tumpang. Malahan Lokasi TPA yang ada justru lebih dekat ke pemukiman penduduk. Ancaman nantinya mengarah ke pencemaran sungai, utamanya nanti jika lendir sampah meresap ke tanah akan mempengaruhi sumber air yang ada. Ini sama saja Pemkot akan meracuni warga sekitar TPA. Solusinya ya, kalau tidak dicarikan lahan baru ya, Pemkot harus menyediakan insenator, atau alat pembakar sampah.” terang Taufik. Kamis,(9/10).

Perencanaan pengadaan insenator untuk TPA di Kota Kediri sudah dijanjikan sejak tahun 2003 lalu. Rencananya Pemkot lebih dulu mengadakan alat pembakar sampah sebanyak 4 unit. Namun hingga kini rencana tersebut belum terealisasikan.

“Dulu Pemkot merencankan anggaran untuk mengadakan alat pembakar sampah, atau insenator. Tetapi hingga kini rencana tersebut belum terealisasikan. Sudah menjadi tugas pemerintahan sekarang untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan merealisasikan rencana tersebut.” pungkas Taufik. (Ega)

Keterangan Gambar : Taufik Dwi Kusuma, Direktur Eksekutif APeL

RedaksiKesehatanpencemaran lingkungan,sampah,TPA Kota Kediri
@dakitanews Kota Kediri - Masyarakat daerah Jarakan dan Lebak Tumpang Kota Kediri, terancam mengkonsumsi lendir sampah. Pasalnya, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dikhawatirkan akan lebih mencemari lingkungan, sungai, dan mata air warga sekitar. Karena TPA berada sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Selain itu jumlah sampah yang dikirim ke...