Atasi Kemacetan: Polres Madiun Jalin Kerjasama Polres Nganjuk

1399

2015-07-09_18.42.53

ADAKITANEWS, Madiun – Berkaca dari kemacetan pada puncak arus mudik dan balik tahun 2014 lalu di daerah Saradan, Kabupaten Madiun, membuat Polres Madiun menggandeng Polres Nganjuk untuk mengurai kemacetan agar tidak terulang lagi. Sedangkan kekuatan personil Polres Madiun diturunkan sebanyak 800 personil melibatkan sejumlah unsur hingga penembak jitu.

“Hanya dengan jalinan kerjasama itu, kemacetan itu bisa diurai atau dikurangi intensitasnya. Jika ada kemacetan datang di wilayah Polres Madiun dan Polres Nganjuk, maka kendaraan dari Polres Madiun menuju arah Surabaya, dilewatkan ke jalur alternatif di Awar-awar, Kabupaten Nganjuk,” jelas Kapolres Madiun AKBP Yoyon Tony Surya Saputra, usai Gelar Operasi Ketupat Semeru 2015, Kamis (9/7).

Sebaliknya, jika kemacetan terlihat di wilayah Polres Nganjuk, maka diberlakukan perlakuan khusus di jalan raya misalnya dengan mambagi jalur dari 2 jalur menjadi satu jalur di wilayah Polres Madiun. “Kami sudah jalin hubungan hingga peninjauan lokasi paling rawan macet, begitu juga rekayasa jalan perlu dilakukan,” tandasnya.

Menurutnya, hasil pembicaraan bersama Polres Madiun-Polres Nganjuk, dipahami kedua belah pihak dan didukung jaringan komunikasi jalur khusus dapat lebih mempercepat rekayasa jalan jika terjadi kemacetan dari kedua belah sisi. “Seluruh personil siap terjun melakukan pengamanan mudik-balik lebaran,” ujarnya.

Menyinggung jumlah personil Polres Madiun yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2015, ia menyatakan sesuai Sprin Operasi Ketupat Pusat sebanyak 300 personil, namun dilakukan operasi imbangan jumlah personil ditingkatkan menjadi 800 personil. “Awalnya, ada 12 Pos Pantau dan 3 Pos Pengamanan (Pam), ditambah 3 lagi Pos Pam,” ujarnya lagi.

Hal itu, tambahnya, sesuai saran dari pimpinan agar menempatkan Pos Pantau dan Pam didaerah rawan kemacetan dan kriminal. Begitu juga penempatan penembak jitu di daerah rawan kriminal dan macet. Sebab, berbagai kemungkinan kriminalitas bisa terjadi di jalur mudik-balik, namun tidak melepas pengawasan intensif di kantung-kantung keramaian lain. (UK)

Keterangan foto: Kedua belah pihak yaitu jajaran Polres Madiun dan Polres Nganjuk tengah melakukan pemantauan di lokasi rawan kemacetan saat arus mudik lebaran 2014 lalu.