Video Liputan 6 – Inspirato

Polisi yang bergerak di dunia reserse biasanya identik dengan sebuah penanganan kasus kriminal. Namun bagaimana jadinya jika polisi tersebut bisa menerbangkan pesawat Airbus A 320 layaknya pilot komersil?
Dia lah AKBP Audie Latuheru. Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya itu bisa dibilang satu-satunya polisi di bidang reserse yang mempunyai kemampuan untuk menerbangkan Airbus A320.

“Kalau polisi menerbangkan pesawat banyak. Polisi yang menerbangkan pesawat banyak. Kita kan punya kepolisian udara. Mereka menerbangkan helikopter. Nah mungkin teman-teman itu merasa janggal karena saya bukan polisi udara, saya seorang reserse. Pada dasarnya saya memang senang belajar apa saja,” kata Audie mengawali perbincangan di kantornya, Jakarta. Kesukaan Audie pada dunia penerbangan ini berawal saat dirinya menekuni terjun payung sewaktu berdinas di Brimob. Menurut Audie, menjadi polisi itu harus mengerti banyak hal termasuk bagaimana caranya menerbangkan pesawat.

“Karena saya menekuni terjun payung. Kalau saya harus mengerti mengemudikan pesawat. Belajar terbang, dikenalkan lewat klub dulu oleh teman. Ternyata saya merasa mudah. Saya lanjut. Dibantu sama teman teman. Kemudian saya pindah ke reserse dan saya tidak berhenti karena saya reserse harus mengerti banyak hal,” tuturnya.

“Jadi reserse itu harus banyak pengetahuan, salah satunya penerbangan. Karena yang saya layani masyarakat dari berbagai kalangan termasuk dari kalangan penerbangan juga,” sambungnya.

Pria kelahiran Merauke ini lalu mengikuti sekolah penerbangan dengan memilih Airbus A320 sebagai pesawat yang diterbangkannya. Audie lulus hingga akhirnya mendapat sertifikat atau Type Rating Airbus A320.
“Saya milih Airbus. Kebetulan ada satu sekolah penerbangan asing dari Eropa. Saya ikut. Ujian di sini. Skill test. Lulus. Saya ikutin lanjutannya di Eropa. Di sana saya lulus. Sampai simulator, teorinya maupun praktik terbangnya. Saya dapatkan sertifikat nya,” turur Audie.

Audie menjelaskan dalam dunia penerbangan, seorang pilot tak bisa menerbangkan berbagai macam jenis pesawat. Setiap jenis pesawat mempunyai izin berbeda dengan pesawat lainnya seperti Type Rating Airbus A320, Type Boeing 737, Type Rating ATR dan lainnya.

“Saya gambarkan dengan sekolah mengemudi mobil lah. Kalau mobil itu bedanya dengan pesawat. Kalau mobil itu setelah kita dapatkan SIM, Avanza boleh kita bawa, Mercy, Rubicon bisa. Kalau sekolah penerbangan setelah mendapatkan sim, sim nya kita dapatkan dengan pesawat apa,” ujarnya.
Lantas apa pengalaman mengesankan saat menerbangkan pesawat?

Audie mengaku semua penerbangan relatif mengesankan. Kalau pun ada kendala, itu bisa dihadapinya dengan baik. “Kalau penerbangan itu karena saya suka di setiap penerbangan itu pasti menyenangkan. Baik yang cuacanya baik atau buruk, bagi saya menyenangkan,” tuturnya.

Nah, untuk terjun payung sendiri, Audie menekuninya sejak lulus dari Akademi Kepolisian. Setiap anggota Brimob diwajibkan mengikuti terjun payung. Namun hingga kini dia tetap menggelutinya.
Dia juga sempat terjun payung saat menjabat sebagai Kapolres Oku Timur di Sumatra Selatan. Menurutnya, momen saat keluar dari pintu pesawat hingga mendarat sangat menyenangkan.

“Nah itu momen yang enak. Mulai dari exit pintu, melayang, foto, buka payung landing juga itu menyenangkan. Kita bisa mengemudikan payung menuju target. Dimana target kita,” ujarnya.
Ternyata kemampuan terjun payung ini juga sangat berguna bagi Audie saat harus menangani sebuah kasus. Terbukti ketika dia menjabat sebagai Kapolsek Setiabudi, Audie menyelamatkan seorang warga yang hendak bunuh diri di JPO Semanggi.

Audie saat itu memberanikan diri untuk naik ke JPO dan melakukan negosiasi selama 3 jam. Pria yang akan bunuh diri itu telah berada di atas JPO dari malam sebelumnya. “Itu saya sudah coba nego. Perkenalan. Tiga jam. Jam 6 pagi sampai jam 9,” tuturnya. Pria itu tetap tak mau turun juga hingga akhirnya dia terjatuh dan dipegang oleh Audie. Audie memang telah mewanti-wanti petugas juga agar mempersiapkan segala kemungkinan. Pria itu pun akhirnya terselamatkan.

“Ya jadi itu saya tangkap, dan sudah banyak massa juga yang lihat di bawah. Akhirnya selesai. Saya rasa kalau bukan penerjun payung mungkin saya tidak punya keberanian seperti itu,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Jaksel itu.

Biro Jabodetabek/ Firama Latuheru

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/08/audie-latuheru-inspirator.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/08/audie-latuheru-inspirator-150x150.jpgFirama LatuheruNasionalTokohaudie latuheru
Video Liputan 6 - Inspirato Polisi yang bergerak di dunia reserse biasanya identik dengan sebuah penanganan kasus kriminal. Namun bagaimana jadinya jika polisi tersebut bisa menerbangkan pesawat Airbus A 320 layaknya pilot komersil? Dia lah AKBP Audie Latuheru. Pria yang saat ini menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya...