kelud@dakitanews Kediri – Usai bencana letusan Gunung Kelud delapan bulan lalu. Warga Lereng Gunung Kelud kini sudah kembali menjalani aktifitas sehari-hari. Perbaikan infra maupun supra struktur desa yang rusak akibat bencana erupsi sudah hampir dikatakan rampung. Bantuan-bantuan bencana yang bisa digunakan untuk memperbaiki sudah habis terpakai untuk perbaikan sebagian rumah warga dan fasilitas umum.

Desa Puncu,Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri merupakan salah satu desa yang parah terkena dampak bencana erupsi Kelud. Ketika melintasi daerah tersebut masih banyak dijumpai rumah-rumah warga yang rusak dan rumah warga yang sedang diperbaiki. Meskipun sudah terhitung delapan bulan lebih musibah itu berlalu. Alasannya beragam, mulai dari belum memiliki dana sampai dengan alasan yang mengagetkan yaitu belum adanya bantuan yang dikhususkan untuk perbaikan rumah warga.

“Meskipun perekonomian sudah berjalan normal, tapi untuk mengumpulkan biaya guna perbaikan rumah tidak mudah, perbaikan rumah juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit”, hal ini dikatakan oleh Suhendro warga sekitar yang juga sedang memperbaiki rumahnya saat ditemui tim @adakitanews.com pada senin (20/10).

Suhendro menambahkan bahwa semua bantuan yang berupa bahan bangunan telah lama habis digunakan untuk perbaikan sebagian rumah warga dan fasilitas umum. Banyaknya bantuan bahan bangunan yang datang pasca bencana, belum mampu mengimbangi banyaknya jumlah rumah warga yang rusak. Akibatnya masih banyak dijumpai rumah warga yang bagian dalamnya rusak karena semua atap (genteng) sudah diganti baru.

“Pada waktu kejadian kemarin memang banyak bantuan-bantuan berupa bahan bangunan, tapi itu semua masih kurang dibanding banyaknya rumah warga yang rusak”. Imbuh Hendro yang juga merupakan anggota dari AWK (Aliansi Warga Kelud).

Pemerintah Propinsi Jawa Timur maupun Kabupaten Kediri sendiri belum terlihat memberikan bantuannya secara nyata. Salah satu alasan yang disebutkan Suhendro adalah tidak adanya BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di Kabupaten Kediri yang menjadi aliran turunnya dana dari Pusat maupun Propinsi. Oleh sebab itu sebagian warga yang ingin memperbaiki rumahnya juga harus menggunakan biaya sendiri, jelasnya. (afif)

Keterangan Gambar : Beberapa warga yang masih memperbaiki rumah akibat letusan Gunung Kelud 8 bulan lalu

RedaksiDaerahGunung Kelud,kelud
@dakitanews Kediri – Usai bencana letusan Gunung Kelud delapan bulan lalu. Warga Lereng Gunung Kelud kini sudah kembali menjalani aktifitas sehari-hari. Perbaikan infra maupun supra struktur desa yang rusak akibat bencana erupsi sudah hampir dikatakan rampung. Bantuan-bantuan bencana yang bisa digunakan untuk memperbaiki sudah habis terpakai untuk perbaikan sebagian...