ADAKITANEWS, Sidoarjo – Nama Agus Widodo mungkin sudah tidak asing bagi pecinta modifikasi motor di Jawa Timur. Ratusan motor sudah pernah ia modifikasi, bahkan tak sedikit yang menang lomba kontes otomotif. Hal tersebut terlihat dari jumlah piala yang diperolehnya. Namun siapa sangka jika dalam menciptakan motor keren tersebut, Agus hanya berbekal karton, cutter dan pensil.

=========

Sabtu pagi (10/06) saat Tim Adakitanews.com mendatangi rumah sekaligus bengkelnya di Desa Gelam Gang Langgar RT 09 RW 03 Kecamatan Candi, pria 33 tahun ini tampak sibuk mengeluarkan motor-motor garapannya. Ada sekitar 5 motor yang kini harus diselesaikannya. “Sebenarnya banyak mas, tapi daftar tunggu. Rumah saya gak muat,” ujarnya.

Alumnus SMKN 1 Sidoarjo ini tak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi modifikator motor. Semua itu menurutnya berjalan secara alami. “Lulus sekolah tahun 2004, saya ngelamar kerja dimana-mana tapi gak ada panggilan sama sekali. Akhirnya dari pada stress ikut pengrajin Fiberglass. Awalnya saya diajari membuat komedi putar dan patung taman,” ungkapnya.

Hingga suatu ketika, sekitar tahun 2005 di tempatnya bekerja mendapat order untuk modifikasi motor. “Saya pun mulai ikut belajar. Karena dasarnya hobi motor, akhirnya bos memberikan kepercayaan kepada saya untuk menggarap sesuai imajinasi saya,” katanya.

Namun, karena usaha atasannya tersebut bangkrut, tahun 2009 Agus mulai mencoba peruntungan dengan membuka bengkel modifikasi di rumahnya. “Awalnya cuma dua motor yang saya garap. Lalu karena pemilik motor sering ikut kontes, akhirnya banyak juga yang menitipkan motornya untuk dimodifikasi,” ujarnya.

Kini ratusan motor mulai dari aliran minor fighter, motogp, bahkan lowrider sudah berhasil ia ciptakan. Namun siapa sangka dibalik keindahan motor tersebut, Agus menggunakan karton untuk bahan cetakannya. “Karton ini fungsinya sebagai pola,’ ujarnya.

“Biasanya konsumen hanya menjelaskan konsepnya. Lah kita yang berimajinasi. Karton ini bisa kita bentuk sesuai kemauan kita. Jika pola sudah terbentuk baru kita beri fiberglass yang terbuat dari serat fiber, catalis dan resin,” imbuhnya.

Agus mengatakan untuk membuat bodywork / fairing sebuah motor ia harus membeli karton khusus seharga Rp 5.000 per lembarnya. Namun untuk detail kecil-kecil, menurutnya bisa dengan karton bekas kotak nasi. “Kalau kardus mie instan agak susah dibentuk. Takutnya nanti pas dicampur adonan fiber, jadi lembek dan polanya berubah. Nah untuk detail masih bisa menggunakan karton bekas nasi kotak karena teksturnya masih kaku,” ujarnya.

Menurutnya, dulu ia sering memanfaatkan koran bekas untuk dibentuk menjadi tangki motor. “Koran itu ditempelkan pada tangki motor lalu dilakban. Setelah itu baru diberi adonan fiber,” jelasnya.

Untuk pemasaran, Agus mengaku memanfaatkan media sosial. Kini dengan modal yang sangat sederhana tersebut, ia bisa menghasilkan karya yang nilainya hingga puluhan juta rupiah. “Soal harga tergantung dari konsep dan tingkat kesulitannya mas. Dan yang terpenting pelanggan puas dengan karya saya,” pungkasnya.(sid2)

Keterangan gambar : Agus tampak sibuk memodifikasi motor pelanggannya.(foto : mus purmadani)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/06/100617-sid2-sidoarjo-kardus-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/06/100617-sid2-sidoarjo-kardus-150x150.jpgREDAKSIEkbisadakitanews,Berita,modifikasi,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Nama Agus Widodo mungkin sudah tidak asing bagi pecinta modifikasi motor di Jawa Timur. Ratusan motor sudah pernah ia modifikasi, bahkan tak sedikit yang menang lomba kontes otomotif. Hal tersebut terlihat dari jumlah piala yang diperolehnya. Namun siapa sangka jika dalam menciptakan motor keren tersebut, Agus...