ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kasus penggerebekan gudang pil PCC sebanyak 5,3 juta butir di Wonoayu yang diungkap Polresta Sidoarjo beberapa waktu lalu, kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan akan segera disidangkan.‎

Proses pelimpahan tahap II di Kejari Sidoarjo pada Kamis (15/03), membutuhkan waktu sampai seharian. Hal itu lantaran ada berkas yang kurang lengkap dan terpaksa dikembalikan oleh pihak kejaksaan.‎

“Ada yang tidak cocok antara berkas dan barang buktinya, sehingga terpaksa kami kembalikan,” kata Kasi Pidum Kejari Sidoarjo, I Wayan Sumertayasa.

Penyidik Polsek Wonoayu yang tidak mau menunggu sampai hari berikutnya, langsung melengkapi berkas yang kurang itu dengan mengambilnya ke Polsek, dan diserahkan langsung ke Kejari Sidoarjo.

“Setelah dilengkapi, ya kami terima,” sambung Wayan.

Untuk diketahui, pil sebanyak 5.395.000 butir yang terdiri dari jenis Paracetamol Cafein dan Carisoprodol (PCC) dan Dextro Methorphan (DMP), merupakan hasil penggerebekan di sebuah rumah kontrakan di Desa Sawocangkring Kecamatan Wonoayu pada 17 Januari 2018 lalu dengan tersangka Imam Mukhlison, 58, warga setempat. Sedangkan seorang tersangka lainnya, hingga kini masih masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian.(sid3)

Keterangan gambar : Penyidik kepolisian bersama tersangka beserta berkas perkara saat di ruang Pidum Kejari Sidoarjo.(ist)‎

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/150318-sdi3-sidoarjo-pcc-1-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/150318-sdi3-sidoarjo-pcc-1-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,kejaksaan,pil pcc,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Kasus penggerebekan gudang pil PCC sebanyak 5,3 juta butir di Wonoayu yang diungkap Polresta Sidoarjo beberapa waktu lalu, kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan dan akan segera disidangkan.‎ Proses pelimpahan tahap II di Kejari Sidoarjo pada Kamis (15/03), membutuhkan waktu sampai seharian. Hal itu lantaran ada berkas yang...