ADAKITANEWS, Sidoarjo – Dua orang makelar bersekongkol menipu seorang nasabah kredit mobil dengan bermodal surat abal-abal hingga meraup belasan juta rupiah. Keduanya ialah Andhika Rahman, 36, warga Sawunggaling Wonokromo Surabaya yang tinggal di Perum Royal Juanda, dan Tatok Hariyanto, 32, warga Perum Taman Tiara Cluster Mediterania Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, yang kini telah berhasil diamankan polisi, Rabu (14/03).

Dengan hanya bermodalkan surat abal-abal, mereka berhasil menipu Zaenal Arifin, 41, warga Siwalankerto Kota Surabaya, hingga menyerahkan Mobil Suzuki warna abu-abu metalik nopol L 7913 IK yang ia beli dengan cara kredit, dan diganti dengan uang Rp 12 juta.‎

“Dua tersangka ini bersekongkol untuk menipu korban. Dan dari penyelidikan, ada satu lagi pelaku yang sekarang ini melarikan mobil itu, inisialnya DD,” ungkap Kapolsek Buduran, Kompol Hery Mulyanto, Rabu (14/03) saat pers rilis.‎

Kapolsek menjelaskan, kasus ini berawal saat korban yang membeli mobil dengan cara kredit melalui salah satu perusahaan finance di kawasan Jemursari Surabaya pada Januari lalu, dengan uang muka Rp 50 juta dan sudah membayar angsuran sebanyak tiga kali.

Namun setelah angsuran ketiga, Zaenal sudah merasa keberatan tidak mampu meneruskannya dan berniat mengembalikan mobil itu ke pihak leasing.

Saat bertemu Andhika, korban kemudian dijanjikan bisa mendapat pengembalian uang yang cukup besar. Andhika mengaku punya kenalan seseorang di perusahaan finance tersebut, dan bisa membantu.

“Dalam pertemuan di rumah Tatok di Buduran, korban menyerahkan mobilnya dan korban mendapatkan uang kembali sebesar Rp 12 juta tersebut.‎ Tersangka Tatok sebenarnya memberikan uang Rp 18 juta, tapi oleh tersangka Andhika uang itu hanya diberikan ke korban sebanyak Rp 12 juta saja,” urai Kapolsek.

Dalam penyerahan saat itu, juga dibuat berita acara secara tertulis yang dibuat dan diprint sendiri oleh Tatok, dengan kop Suzuki untuk meyakinkan korban. dan surat abal-abal itu pun sempat ditandatangani tersangka Totok dan korban Zaenal.

Tak lama setelah proses transaksi itu, Zaenal ditagih pihak leasing. Dia mengaku sudah menyerahkan mobil dengan bukti surat tersebut, tapi nyatanya tidak ada data sama sekali di perusahaan.

Merasa jadi korban penipuan, korban lantas melaporkannya ke Polsek Buduran. Bukti yang dimiliki Zaenal sempat dicek ke pihak leasing, ternyata memang surat itu abal-abal.

Polisi pun langsung menangkap Andhika dan Tatok, dan menjebloskannya ke dalam penjara. Tapi sayang, mobil korban sudah dijual oleh Tatok. “Saya jual Rp 30 juta,” jawab Tatok saat di Polsek Buduran.

Bapak tiga anak ini mengatakan, mobil tersebut dijual ke seseorang berinisial DD, dan surat abal-abal yang dipakainya untuk mengelabuhi korban juga berasal dari DD.

“Kalau saya malah tidak tahu itu. Saya cuma mendapat Rp 6 juta, potongan uang dari Tatok Rp 18 juta dan saya serahkan ke Zaenal Rp 6 juta,” timpal Andhika.(sid3)

Keterangan gambar : Kapolsek Buduran, Kompol Hery Mulyanto dan dua tersangka beserta barang bukti surat abal-abal saat pers rilis di Mapolsek Buduran.‎

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/140318-sid3-sidoarjo-makelar-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/140318-sid3-sidoarjo-makelar-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,makelar,penipuan,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Dua orang makelar bersekongkol menipu seorang nasabah kredit mobil dengan bermodal surat abal-abal hingga meraup belasan juta rupiah. Keduanya ialah Andhika Rahman, 36, warga Sawunggaling Wonokromo Surabaya yang tinggal di Perum Royal Juanda, dan Tatok Hariyanto, 32, warga Perum Taman Tiara Cluster Mediterania Kecamatan Buduran Kabupaten...