ADAKITANEWS, BlitarOlahraga sepak takraw kini menjadi magnet bagi anak-anak muda untuk menuangkan bakatnya. Meskipun olahraga ini kebanyakan berawal dari sebuah kesenangan, namun ternyata bisa mengarah ke masa depan mereka. Salah satunya di kawasan Blitar bagian barat yang saat ini mulai banyak digemari anak muda.

=========

Alvin, pelajar kelas 2 SMA asal Dusun Bendolowo Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar mengatakan, dirinya sejak kecil sebenarnya memang ingin belajar sepak takraw. Terutama karena kebetulan di desanya, ada tempat untuk latihan. “Sejak kecil sebenarnya sudah ingin belajar. Namun baru bisa mulai belajar sepak takraw saat saya kelas 1 SMA kemarin. Ya untung saja di desa saya ada tempat latihan,” kata Alvin saat ditemui usai latihan, Jumat (17/03) sore.

Dalam wawancaranya dengan Tim Adakitanews.com, Alvin mengaku ingin menjadi pemain sepak takraw di tingkat yang lebih tinggi. Keinginan itu termotivasi usai Alvin melihat ada pemain sepak takraw dari Blitar barat yang kini menjadi pemain nasional. “Saya ingin menjadi seperti kakak-kakak senior, seperti Kak Syamsul yang saat ini menjadi pemain Timnas Indonesia,” harapnya.

Meski Alvin menyadari jika umurnya saat ini bisa dikatakan terlambat untuk belajar, namun menurut Bambang, seorang pemuda berusia 21 tahun asal Dusun Bendolowo Desa Tawangrejo RT 3/RW 4 Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar yang mengajari anak-anak muda bermain sepak takraw, termasuk Alvin melihat, sebenarnya ada bakat dari dalam diri para anak muda di desanya. “Dia tetap semangat. Dan sebenarnya ada bakat, namun memang mungkin karena dia pemalu, jadi baru ikut-ikut latihan belum lama,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, saat ini memang sedang membina bibit-bibit muda yang mempunyai keinginan pada olahraga sepak takraw. Kini ia sudah mempunyai anak didik sekitar 9 anak. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. “1 anak masih duduk di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah, 4 anak sudah sekolah di tingkat SMP, dan 4 anak lagi di tingkat SMA,” ujarnya.

Menurut Bambang, ada keinginan yang kuat dari para anak didiknya. Karena selain mereka melihat ada pemain nasional yang berasal dari Blitar barat, juga saat ini terus adanya pertandingan tingkat junior antar desa. “Setiap hari Senin hingga Jumat sore, mereka serius latihan. Bahkan untuk meningkatkan fisik, mereka melakukan lari pagi setiap hari Minggu,” ujar Bambang.

Bambang mengungkapkan, ada beberapa prestasi yang sudah mereka peroleh dari pertandingan junior antar Desa. Bahkan saat ini, ada 1 anak didiknya yang melanjutkan sekolah di SMA Negeri Olahraga (Smanor) di Sidoarjo, dimana sekolah itu adalah salah satu tempat atlet sepak takraw berasal. “Sudah ada beberapa prestasi yang mereka dapatkan. Bahkan saat ini satu diantara anak didik saya sudah berada di Smanor. Karena bakat dan cita-citanya diyakini bisa menembus sebagai pemain Timnas Indonesia,” tandas Bambang.(blt2)

Keterangan gambar: Suasana latihan bibit-bibit atlet sepak takraw di Dusun Bendolowo Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/03/20170319_100004-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/03/20170319_100004-150x150.jpgREDAKSIOlahragaadakitanews,Berita,blitar,sepak takraw
ADAKITANEWS, Blitar - Olahraga sepak takraw kini menjadi magnet bagi anak-anak muda untuk menuangkan bakatnya. Meskipun olahraga ini kebanyakan berawal dari sebuah kesenangan, namun ternyata bisa mengarah ke masa depan mereka. Salah satunya di kawasan Blitar bagian barat yang saat ini mulai banyak digemari anak muda. ========= Alvin, pelajar kelas 2...