ADAKITANEWS, Tulungagung – Bagi penghobi aeromodeling, bermain pesawat model yang dikendalikan dari jarak jauh memang amat mengasyikan. Bahkan mereka tak segan meronggoh kocek dalam-dalam hingga juta rupiah demi mengmenggeluti hobi ini.

=========

Mahalnya biaya menyalurkan hobi ini dan kecintaannya terhadap aeromodeling, membuat Priharsono, pensiunan guru di Tulungagung berinisatif membuat aeromodeling sendiri. Menggunakan bahan sederhana dan realatif murah serta dikerjakan secara tradisional, ternyata tetap bisa menghasilkan kualitas yang tak kalah bagusnya dengan produk pabrikan.

Warga Desa Sobontoro Kecamatan Boyolagu Tulungagung ini, akhirnya menjadikan sebagian ruangan di rumahnya sebagai workshop atau bengkel untuk berkreasi membuat aneka aeromodeling. Hobinya ini, sudah ditekuninya sejak tahun 1986 silam.

“Awalnya saya hanya coba-coba saja membuat pesawat model. Karena saat itu harga pesawat model mahal, karena buatan pabrikan,” kata Priharsono, yang juga mengaku sebagai penghobi pesawat model ini.

Selain biayanya mahal dan mencapai belasan juta rupiah, olahraga jenis ini juga hanya dilakukan oleh orang kota saja. Ia pun berinisiatif dan berkreasi membuat pesawat model dengan bahan sederhana yang lebih murah dan dikerjakannya secara manual hingga menjangkau masyarakat kelas bawah di pedesaan.

Seluruh pesawat model dibuat berbahan dasar kayu balsa. Pemilihan jenis kayu ini, dilakukan selain ringan juga mudah dibentuk. Lembaran kayu yang awalnya dipola, kemudian dipotong untuk membuat badan dan kerangka sayap pesawat. Satu per satu potongan kayu itu, kemudian direkatkan dengan lem hingga membentuk model pesawat jadi.

Meski sepintas terlihat gampang, membuat pesawat layang ini sebenarnya membutuhkan ketelitian, dan kesabaran. Diperlukan perhitungan yang matang untuk memastikan keseimbangan pasawat sebelum diterbangkan.

“Butuh kecermatan dan perhitungan, dalam pembuatan pesawat ini, karena kalau tidak cermat, pesawat tidak bisa diterbangkan atau gagal terbang,” tandas Priharsono.

Selain membuat pesawat dengan mesin yang dioperasikan menggunakan remote control, Priharsono juga membuat sejumlah jenis aeromodeling. Mulai pesawat layang jenis A-1, A-2, UC dan chuck glider, yang dioperasikan tanpa mesin.

Priharsono mengatakan, biaya untuk membuat aeromodeling ini bervariasi tergantung besar kecil dan model pesawat. Pesawat layang jenis A-1 dengan ukuran sayap sekitar 1 meter, menghabiskan biaya Rp 300 ribu, sedangkan ukuran lebih kecil hanya dibutuhkan biaya Rp 25 ribu saja. Sedangkan waktu pengerjaannya bisa sampai dua hingga tiga minggu.

Lain halnya untuk pesawat dengan mesin yang dikendalikan dengan remote control. Yang membutuhkan waktu lebih lama lagi dengan biaya pembuatan mencapai dua hingga tiga juta rupiah.(ta1)

Keterangan gambar : Priharsono, saat membuat pesawat model di bengkel kerjanya.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170903_134031-1024x575.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/adakitanews20170903_134031-150x150.jpgREDAKSIGaya Hidupadakitanews,aero modeling,Berita,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Bagi penghobi aeromodeling, bermain pesawat model yang dikendalikan dari jarak jauh memang amat mengasyikan. Bahkan mereka tak segan meronggoh kocek dalam-dalam hingga juta rupiah demi mengmenggeluti hobi ini. ========= Mahalnya biaya menyalurkan hobi ini dan kecintaannya terhadap aeromodeling, membuat Priharsono, pensiunan guru di Tulungagung berinisatif membuat aeromodeling sendiri....