ADAKITANEWS, Tulungagung – Tokek, jenis hewan reptil ini, bagi sebagian orang mungkin menggelikan atau bahkan menjijikkan. Namun bagi Ipung Inupiaga, warga Desa Gebang Kecamatan Pakel Kabupateb Tulungagung, reptil malam yang biasa hidup di sudut-sudut ruangan rumah justru dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

=========

Leopard gecko atau tokek hias atau dalam bahasa ilmiahnya disebut eublepharis macularius merupakan reptil yang beraktivitas di malam hari. Hewan yang tergolong pemalu ini berasal dari negara Pakistan, India dan Iran.

Sejak beberapa tahun belakangan hewan ini, mulai tren di kalangan para pencinta hewan reptil. Memiliki warna dan morph atau motif kulit yang eksotik, jinak, serta mudah dipelihara, menjadikan hewan ini dicintai kalangan penggemar.

“Saat ini berbagai jenis leopard gecko yang tengah ngetren diantaranya line albino, bell albino, tremper albino, tangerine, dan patternless, yang memiliki panjang antara 15 hingga 30 centimeter,” kata Ipung Inupiaga, breeder atau peternak tokek hias.

Lanjut Ipung, seluruh jenis leopard gecko tersebut dapat dibudidayakan, secara mudah, dan tidak memerlukan tempat yang luas, serta dapat menjadi usaha bisnis sambilan.

Ipung membeberkan kiat untuk menjadi seorang breeder leopard gecko, hal penting untuk diperhatikan adalah memilih indukan yang unggul. Idealnya, setelah berumur 7 bulan untuk indukan jantan, dan umur 7 bulan hingga 1 tahun untuk indukan bentina.

“Pemeliharaannya, di wadah transparan, beralas kertas atau tisu serta dolomit. Untuk membedakan antara jantan dan betina, bisa dilihat untuk jantan memiliki dua benjolan di pangkal ekor bagian bawah. Sedangkan indukan betina tidak memiliki benjolan,” jelasnya.

Setelah melalui proses perkawinan selama 3 hari, sekitar 2 minggu kemudian gecko akan mulai bertelur. Untuk menjaga kualitas telur, Ipung menyarankan untuk menempatkan disebuah kotak atau laying box untuk bertelur. Baru kemudian dipindahkan ke tempat penetasan atau inkubator.

Telur leopard gecko akan ada yang menetas pada waktu 35 hingga 40 hari, ini biasanya berkelamin jantan. Sedangkan jika menetas dalam waktu 45 hingga 60 kemungkinan besar berkelamin betina.

Untuk anakan gecko umur 1 minggu, Ipung mematok harga Rp 50 ribu hingga Rp 400 ribu per ekor, tergantung morph gecko. Sedangkan untuk indukan, dia menjual antara Rp 350 ribu hingga Rp 1,5 juta per ekor.

“Untuk penjualannya, selain penjualan secara langsung, saya juga melakukan penjualan melalui media sosial,” ungkap Ipung.

Sementara menurut Nofiq Wibisono, salah seorang pencinta leopard gecko, mengatakan bahwa memelihara leopard gecko dengan segela keindahan warna kulitnya tidak sulit.

“Untuk perawatnya sangat mudah, tidak memerlukan tempat yang luas, sehingga hewan reptil ini dapat dipelihara dan diusahakan secara sambilan,” papar Nofiq Wibisono.

Meski tergolong mudah, Nofiq berpesan untuk agar selalu dikontrol, dan tidak terlambat memberi makan dengan jangkrik 2 atau 3 hari sekali, minimal 4 ekor, dan ulat jerman serta ulat hongkong, sambil memperhatikan kesehatannya.

“Penyakit yang biasanya menyerang, pencil tile berupa ekor kurus mongering, dan metabolic bone disesase atau tulang membengkok,” pungkas Nofiq.(ta1)

Keterangan gambar : Leopard gecko atau tokek hias.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171001_123445.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/adakitanews20171001_123445-150x150.jpgREDAKSIGaya Hidupadakitanews,Berita,leopart gecko,reptil,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Tokek, jenis hewan reptil ini, bagi sebagian orang mungkin menggelikan atau bahkan menjijikkan. Namun bagi Ipung Inupiaga, warga Desa Gebang Kecamatan Pakel Kabupateb Tulungagung, reptil malam yang biasa hidup di sudut-sudut ruangan rumah justru dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. ========= Leopard gecko atau tokek hias atau dalam...