ADAKITANEWS, Tulungagung – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung berhasil menggagalkan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang jenis sabu dan pil dobel L yang dilakukan oleh empat pelaku jaringan.

Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo mengatakan keempat tersangka itu berhasil diringkus petugas BNNK Tulungagung pada hari yang sama namun di tempat berbeda, Sabtu (04/04). Keberhasilan pengungkapan jaringan ini, setelah petugas melakukan pengintaian selama tiga bulan.

“Dua pelaku yang berhasil ditangkap lebih dulu, yaitu MB, 25, dan AF, 27, keduanya warga Desa Tawangrejo Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Mereka ditangkap di perahu penyeberangan Sungai Brantas, Desa Bulusari Kecamatan Kedungwaru,” kata Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo, Jumat (06/04).

Dari kedua pelaku tersebut didapati barang bukti sabu seberat 5,09 gram dan pil dobel L sebanyak 20 ribu butir yang terkemas dalam 20 kantong plastik masing masing berisi 1.000 butir. “Dari keterangan pelaku, kita simpulkan peran mereka hanya sebagai kurir,” jelas AKBP Djoko.

Setelah dilakukan pengembangan, petugas berhasil menangkap seorang pelaku lain yaitu DK, 24, warga Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung. DK yang sehari-hari merupakan penjual ayam goreng krispi ini, dibekuk petugas BNN di sebuah rumah kos di Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol Tulungagung.

Dari DK inilah petugas mendapatkan barang bukti narkotika golongan I, jenis sabu dengan total beratnya mencapai 378,55 gram. Barang tersebut disimpan di rumah DK di Desa/Kecamatan Ngunut. Selain sabu, dalam penggeledahan di lemari kamar tersangka juga didapatkan pil dobel L sebanyak 2.149 butir.

“Di rumah DK inilah barang-barang tersebut disimpan. Jadi DK merupakan orang yang berperan menyimpan stok barang-barang itu,” ungkap AKBP Djoko.

Lanjutnya, tersangka keempat, AW, 34, warga Desa/Kecamatan Ngunut Tulungagung, merupakan pelaku yang terakhir ditangkap di rumahnya. Dari AW ini, disita sebuah alat hisap sabu, timbangan digital, dan barang bukti lainnya. AW yang berperan sebagai pemodal ini, merupakan residivis pada kasus yang sama.

“Peran AW ini adalah sebagai penyandang dana atau pemodal. Dia kita tangkap di rumahnya di Desa Ngunut,” tambahnya.

Keempat tersangka ini selain mengedarkan, mereka juga sebagai pengguna, karena dari hasil tes yang dilakukan BNNK Tulungagung, semuanya positif mengkonsumsi narkoba.

AKBP Djoko Purnomo menyampaikan, dari pemeriksaan para tersangka, dalam bertransaksi mereka menggunakan sistim ranjau. Yaitu barang ditempatkan di suatu tempat, kemudian pembeli mengambilnya. Sedangkan pembayarannya dengan cara ditransfer melalui rekening salah satu bank.

Saat ini BNNK Tulungagung, masih menelisik dari mana mereka mendapatkan pasokan barang tersebut. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan dengan pasal 114 ayat 2 Jo pasal 112 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman mati.(bac)

Keterangan gambar : AKBP Djoko Purnomo, Kepala BNNK Tulungagung (kiri) saat menunjukkan barang bukti sabu.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180406_204025-1024x575.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180406_204025-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,bnnk tulungagung,narkoba,sabu,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tulungagung berhasil menggagalkan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang jenis sabu dan pil dobel L yang dilakukan oleh empat pelaku jaringan. Kepala BNNK Tulungagung, AKBP Djoko Purnomo mengatakan keempat tersangka itu berhasil diringkus petugas BNNK Tulungagung pada hari yang sama namun di tempat...