ADAKITANEWS, Sidoarjo – Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo terpaksa membatalkan permohonan pengajuan program sertifikasi massal melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diajukan Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon, Desa Sarirogo Kecamatan Sidoarjo, Desa Gading dan Desa Ploso Kecamatan Krembung.

Keempat desa itu selain dianggap bermasalah, pejabat desanya juga terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang ditangani Unit Tipikor Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo. Sedangkan sebagian lagi juga ditangani tim penyidik Pidsus, Kejari Sidoarjo dan tidak bisa memenuhi administrasi.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dalu Agung Darmawan mengatakan bahwa keempat desa tersebut sudah dibatalkan pengajuan pronanya. “Saya berharap target sertifikasi massal 11.500 bidang itu bisa terpenuhi tahun 2017,” katanya, Rabu (19/04).

Dalu menambahkan berdasarkan data awal sesuai target Prona Tahun 2017, BPN Sidoarjo dijatah 11.500 bidang tanah. Jumlah desa yang melaksanakan prona lewat PTSL itu semula 18 desa kemudian direvisi menjadi 15 desa yang sudah sepakat melanjutkan program ini.

Menurutnya saat ini jumlah tim ada 5 panitia dengan rata-rata menangani 2.000 bidang tanah. “Sekarang sudah terbit 450 sertifikat yang siap dibagikan,” ujar mantan Kepala BPN Gresik ini.

Sedangkan yang masih dalam tahap pengukuran, ada 2.500 bidang tanah yang sudah sampai tahap pengukuran. Selain itu, saat ini Satuan Tugas (Satgas) fisik dan yuridis sedang bekerja terus menerus untuk menyelesaikan proses dan tahapan sertifikasi tanah massal itu.

“Kami sepakat membantu masyarakat untuk mendapatkan sertifikat melalui Prona. Kami optimis target itu terpenuhi. Selain Prona, kami juga menerbitkan sertifikat korban lumpur Lapindo siap dibagikan sejumlah 551 bidang tanah,” pungkasnya.(sid2)

Keterangan gambar : Kepala BPN Sidoarjo, Dalu Agung Darmawan.(foto : mus purmadani)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/04/19017-sid2-sidarjo-bpn-1024x813.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/04/19017-sid2-sidarjo-bpn-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,badan pertanahan nasional sidoarjo,Berita,prona,sidoarjo
ADAKITANEWS, Sidoarjo - Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo terpaksa membatalkan permohonan pengajuan program sertifikasi massal melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diajukan Desa Dukuhsari Kecamatan Jabon, Desa Sarirogo Kecamatan Sidoarjo, Desa Gading dan Desa Ploso Kecamatan Krembung. Keempat desa itu selain dianggap bermasalah, pejabat desanya juga...