Cerita Panji, Menuju Pengakuan UNESCO

1030

2016-05-07_09.48.10ADAKITANEWS, Kota Kediri- Cerita Panji yang kental dengan sejarah panjang Kerajaan Kediri hingga kini terus dilestarikan. Baik oleh para seniman, pecinta sejarah, masyarakat, termasuk pemerintah daerah. Salah satunya adalah upaya Pemkot Kediri untuk membawa cerita Panji menuju pengakuan dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sebagai peninggalan cagar budaya.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri dengan menggelar “Workshop Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda” di Museum Airlangga Selomangleng Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto, Sabtu (07/05). Sebagai narasumber, panitia sengaja mendatangkan Dr Diane C Butler (Dharma Nature Time) dan Georgi Panayotov MA (Bulgaria).

Pantauan tim adakitanews.com, acara mulai dibuka pada pukul 08.00 WIB dengan iringan lagu-lagu (gending) Jawa yang beralunan santai dan menenangkan. Para peserta yang datang, langsung melihat foto-foto serta benda purbakala koleksi Museum Airlangga yang dinilai memiliki nilai seni dan budaya lokal kental.

Nur Mukhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri mengaku akan terus berupaya sekuat tenaga untuk melestarikan budaya lokal, terlebih cerita Panji yang saat ini sudah memasuki proses pengakuan dari UNESCO. Pihaknya juga akan terus melakukan kajian-kajian ilmiah dengan mendatangan narasumber serta budayawan yang memiliki pengetahuan lebih tentang cerita Panji.

“Kali ini, kita adakan Workshop Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda dengan narasumber kawakan,” ungkap Nur Mukhyar setelah membuka acara workshop kepada sejumlah awak media.

Setelah workshop, kembali akan dilaksanakan pagelaran ”Reyog Panji Bersih Desa” pada Minggu (08/05) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Dalam pagelaran itu, Nur Mukhyar menambahkan, beberapa seniman serta budayawan akan menampilkan karya seni berupa fragmen dan drama yang memiliki kelekatan dengan cerita Panji. ”Mari kita bersama-sama melestarikan tokoh Panji,” jelasnya.

Diakui Nur Mukhyar, pihaknya tidak ingin mengklaim secara utuh tokoh Panji milik Disbudparpora Kota Kediri. Hal itu, dikarenakan wilayah kekuasaan Kediri kuno dengan keadaan sekarang sangatlah berbeda. ”Dulu, daerah teritorial Kediri sangat luas jadi kita tidak harus mengklaim tokoh Panji ini secara utuh,” terangnya.

Dalam workshop tersebut, kedua pemateri saling membagi ilmu kepada peserta tentang Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda dengan sangat rinci hingga proses pengakuan dari UNESCO.(adv/hms/blot)

Keterangan Gambar: Nur Mukhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri saat bersama para seniman dan budayawan di acara “Workshop Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda” di Museum Airlangga Selomangleng Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto.