2015-07-04_19.41.35

ADAKITANEWS, Nganjuk – Para siswa lulusan SMA di Kabupaten Nganjuk lebih selektif dalam memilih Perguruan Tinggi (PT) untuk melanjutkan studi. Terlebih, pada perguran tinggi yang diketahui telah dinyatakan non aktif oleh Dierktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti).

Dian,17, salah satu siswa lulusan SMAN 3 Nganjuk yang dulunya bercita-cita mendaftar kuliah di kampus Universitas Nusantara PGRI (UNP) kini hanya tinggal kenangan, mengingat kampus idamannya sudah dinyatakan bermasalah oleh Dirjen Pendidikan Tinggi(Dikti) karena tidak mampu memenuhi rasio dosen yang amat sedikit yakni 1:30 dengan mahasiswanya.

“Sempat ngecek sih ke situs resmi UNP (Forlap.dikti.go.Id-red),”ungkap Dian seorang siswa yang lagi mempersiapkan diri masuk PT itu. Sabtu, (04/07).

Lebih lanjut Dian menyatakan, dari banyaknya media massa seperti cetak, elektronik, dan TV yang memberitakan masalah kampus UNP. Dirinya mengaku secara langsung membuka alamat resmi Dikti yang diakuinya didapatkan setelah membaca beberapa media baik cetak maupun online,urainya.

Diakuinya, setelah tahu bahwa kampus idamannya itu dinyatakan bermasalah oleh Dikti terkait rasio dosen dan mahasiswa yang tidak sebanding, maka dirinya mengurungkan  untuk mendaftar di UNP dan mencari alternatif kampus yang aman dan tidak bermasalah, urainya.

“Daftar kuliah di UNP, gaklah, ogah banget,” ungkap Dian disela-sela kesibukannya membantu orang tua.

Dari pantauan tim adakitanews.com di Kabupaten Nganjuk, Spanduk penerimaan mahasiswa baru dari perguruan tinggi ini masih banyak tersebar, terutama pada titik keramaian. Bahkan, spanduk itu juga tersebar hingga ke pelosok desa, diantaranya, Desa Cermei, Kecamatan Pace, Sukomoro, dan di area Brebek.(Blot)

Keterangan Gambar : Iklan penerimaan mahasiswa baru UNP PGRI Kediri yang menabrak aturan Dirjen Dikti

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-04_19.41.35.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-04_19.41.35-150x150.jpgRedaksiPendidikanbaru,mahasiswa,nganjuk,unp
ADAKITANEWS, Nganjuk - Para siswa lulusan SMA di Kabupaten Nganjuk lebih selektif dalam memilih Perguruan Tinggi (PT) untuk melanjutkan studi. Terlebih, pada perguran tinggi yang diketahui telah dinyatakan non aktif oleh Dierktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Tinggi (Dikti). Dian,17, salah satu siswa lulusan SMAN 3 Nganjuk yang dulunya bercita-cita mendaftar kuliah...