ADAKITANEWS, Blitar – Warga dari Dusun/Desa Jaten Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar mendatangi kantor Inspektorat setempat, Rabu (28/03). Mereka datang lantaran sebelumnya usaha untuk bertemu langsung dengan Kepala Dusun, dan memintanya turun dari jabatan tidak membuahkan hasil.

Koordinator aksi, Joko Prasetyo mengatakan, kedatangan warga ke Kantor Inspektorat berawal saat mereka tidak mendapatkan izin dari pihak Kepolisian Resort Polres Blitar Kota, untuk menggelar aksi di Kantor Desa Jaten. Massa tidak diberikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) oleh pihak kepolisian, dan diminta untuk menggelar aksi di Kantor Inspektorat Kabupaten Blitar.

“Kami diminta datang ke Inspektorat karena dijanjikan untuk bertemu dengan Kepala Desa Jaten, namun sampai sini kami tidak dipertemukan,” ungkap Joko Prasetyo usai aksi, Rabu (28/03).

Sesampainya di Kantor Inspektorat, perwakilan massa dipertemukan dengan perwakilan Inspektorat Kabupaten Blitar, Tata Pemerintahan Kabupaten Blitar, Camat Wonodadi, Satpol PP, Kesbangpol Kabupaten Blitar, dan BPD.

Joko mengungkapkan kekecewaan, karena warga yang datang ke Inspektorat tidak dapat bertemu dengan Kepala Desa Janten seperti yang dijanjikan sebelumnya. Padahal saat itu, warga ingin menyampaikan aspirasinya terkait perbuatan asusila SD, 40, oknum Kasun Desa Janten yang diduga berselingkuh dengan seorang berinisial D, 40, salah satu bidan di Desa Jaten.

Perselingkuhan ini terjadi pada 2015 lalu, namun baru ramai diperbincangkan warga Desa Jaten pada 2017 kemarin. Kedua belah pihak pelaku perselingkuhan, yakni SD dan D, sudah mengakui perbuatannya. Bahkan sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulanginya kembali.

Warga yang kesal perangkat desanya berbuat asusila menuntut untuk Kasun tersebut diberhentikan dari jabatannya. Sebab, sebagai perangkat desa harusnya memberikan contoh yang baik bagi warganya, bukan berbuat asusila seperti yang dilakukan oleh SD.

“Warga geram dengan perilaku Kasun tersebut, karena tidak mencerminkan sebagai perangkat desa yang dikenal desa agamis,” terangnya.

Sementara itu, Camat Wonodadi, Sutikno menjelaskan, pihaknya tidak dapat langsung memberhentikan perangkat desa. Untuk pemberhentian perangkat desa harus melalui mekanisme dan undang-undang desa. Tidak hanya itu, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa juga menjadi kewenangan Kepala Desa. Selaku camat, pihaknya hanya dapat memberikan rekomendasi Kepala Desa, namun tidak dapat memengaruhi keputusan Kepala Desa.

Lanjut Sutikno, selama ini pihak kecamatan sudah melakukan pembinaan pada Kepala Desa dan Kasun tersebut, serta sudah sesuai dengan petunjuk dari Bupati Blitar.

“Pembinaan ini dilakukan setiap hari Senin, seperti yang disepakati bersama,” tegasnya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Aksi warga Desa Jaten di depan Kantor Inspektorat.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/280318-fat-blitar-kasun-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/280318-fat-blitar-kasun-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,demo,Kasun,selingkuh
ADAKITANEWS, Blitar - Warga dari Dusun/Desa Jaten Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar mendatangi kantor Inspektorat setempat, Rabu (28/03). Mereka datang lantaran sebelumnya usaha untuk bertemu langsung dengan Kepala Dusun, dan memintanya turun dari jabatan tidak membuahkan hasil. Koordinator aksi, Joko Prasetyo mengatakan, kedatangan warga ke Kantor Inspektorat berawal saat mereka tidak...