ADAKITANEWS, Kediri – Ratusan sopir angkutan kota (Angkot) jurusab Kediri-Pare mendatangi kantor Bupati Kediri, Selasa (10/04). Kedatangan mereka tersebut merupakan suatu bentuk kekecewaan sekaligus penolakan terhadap beroperasinya ojek online.

Sambil berorasi menyuarakan aspirasinya, para sopir angkot tersebut juga sempat melontarkan ancaman bakal menggelar sweeping terhadap keberadaan ojek online.

Salah satu sopir angkot, Joko Santoso mengatakan, kedatangan mereka ke kantor Pemkab Kediri itu sebenarnya bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya aksi serupa juga pernah dilakukan, namun nyatanya ojek online tetap ada, bahkan semakin banyak

“Kami menolak keras keberadaan ojek online yang mulai menjamur. Kami juga dirugikan dengan adanya ojek online, karena pendapatan angkot turun drastis. Kami menuntut agar pemerintah melalui Dinas Perhubungan memberikan larangan operasional ojek online dan angkutan berplat hitam,” ujar Joko Santoso yang juga merupakan Ketua Kelompok aksi kali itu.

Dalam orasinya para sopir angkot menuding, dinas terkait selama ini kurang tegas dalam menindak keberadaan ojek online. Mereka pun bahkan mengancam akan kembali melakukan aksi mogok dan turun ke jalan, jika tuntunannya tidak segera dipenuhi.(*/kur)

Keterangan gambar: Aksi demo ratusan sopir angkot di depan halaman kantor Bupati Kediri.(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180410-WA0012-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/IMG-20180410-WA0012-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,angkot,Berita,demo,kediri,ojek online
ADAKITANEWS, Kediri - Ratusan sopir angkutan kota (Angkot) jurusab Kediri-Pare mendatangi kantor Bupati Kediri, Selasa (10/04). Kedatangan mereka tersebut merupakan suatu bentuk kekecewaan sekaligus penolakan terhadap beroperasinya ojek online. Sambil berorasi menyuarakan aspirasinya, para sopir angkot tersebut juga sempat melontarkan ancaman bakal menggelar sweeping terhadap keberadaan ojek online. Salah satu sopir...