ADAKITANEWS, Jombang – Ditutupnya satu-satunya jembatan penghubung antar kabupaten yakni Jembatan Ploso yang berada di Kabupaten Jombang, berimbas pada ramainya pengendara yang memilih menggunakan jasa perahu tambangan.

Ratusan pengendara mulai dari roda 2 hingga roda 4 serta kendaraan bermuatan, beramai-ramai menggunakan jasa penyeberangan yang berada di Desa/Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang dan Desa Munung Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh pemilik perahu tambangan, Darmanto, warga Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk. Ia mengatakan bahwa semenjak ditutupnya Jembatan Ploso pada 12 September 2017 lalu, banyak pengendara yang menggunakan jasa perahu tambangannya.

“Semenjak Jembatan Ploso ditutup karena adanya perbaikan, banyak yang memilih menambang untuk menyeberang,” ungkapnya kepada Tim Adakitanews.com, Kamis (21/09).

Meski perahu tambangan yang ia miliki ditumpangi berbagai jenis kendaraan, tetapi ia memberlakukan pembatasan volume dan bobot kendaraan yang hendak menggunakan jasa perahu penyeberangannya.

“Selain sepeda motor dan mobil, ada juga kendaraan besar seperti truk. Tetapi kita membatasi kendaraan yang bermuatan, hanya yang berbobot kurang dari 2 ton saja yang boleh naik ke perahu. Selebihnya kami tidak menerima,” paparnya.

Pembatasan bobot kendaraan yang menggunakan jasa perahu milik Darmanto ini, bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Meski tidak sedikit mobil bermuatan yang bersikeras untuk menggunakan jasa perahu miliknya, Darmanto tetap menolak untuk melayani penyeberangan bagi kendaraan bermuatan lebih dari 2 ton. “Kami tetap membatasi kendaraan yang hendak menyeberang demi keamanan,” tegasnya.

Tarif yang harus dikeluarkan bagi pengguna jasa perahu tambangan menurut Darmanto, tidak terlalu mahal ketimbang memutar puluhan kilometer. “Untuk roda 2 hanya cukup membayar Rp 2.000, dan untuk roda 4 cukup membayar Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu bagi kendaraan bermuatan kurang dari 2 ton,” paparnya.

Untuk diketahui, Jembatan Ploso saat ini telah ditutup guna kepentingan perbaikan. Penutupan dimulai pada 12 September 2017 lalu hingga 8 Desember 2017 mendatang.

“Untuk perbaikan, Jembatan Ploso ditutup mulai bulan ini hingga Desember mendatang. Penutupan total mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Sedangkan pada pukul 04.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB diberlakukan sistem buka tutup,” ungkap Kasatlantas Polres Jombang, AKP Inggal Widya Pradana saat dikonfirmasi.(ar)

Keterangan gambar: Kondisi perahu tambangan saat menyeberang sungai berantas.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/210917-ar-jombang-tambangan-1024x685.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/09/210917-ar-jombang-tambangan-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,jombang,perahu tambangan
ADAKITANEWS, Jombang - Ditutupnya satu-satunya jembatan penghubung antar kabupaten yakni Jembatan Ploso yang berada di Kabupaten Jombang, berimbas pada ramainya pengendara yang memilih menggunakan jasa perahu tambangan. Ratusan pengendara mulai dari roda 2 hingga roda 4 serta kendaraan bermuatan, beramai-ramai menggunakan jasa penyeberangan yang berada di Desa/Kecamatan Megaluh Kabupaten Jombang...