ADAKITANEWS, Blitar – Berdasarkan data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim), saat ini hanya ada 17 Kabupaten/Kota yang sudah memiliki BNN. Sedangkan 21 Kabupaten/Kota lainnya hingga kini belum memiliki BNN sendiri. Padahal semua wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Timur, dipastikan rawan peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala BNN Jawa Timur, Brigjen Bambang Budi Santoso saat berkunjung ke makam Bung Karno Kota Blitar, Rabu (21/03). Menurutnya, sampai saat ini pihaknya terus mendorong agar daerah yang belum memiliki BNN sendiri untuk segera mengajukan ke Kemenpan-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi).

“Semua Kabupaten/Kota di Jatim saya rasa perlu membentuk BNN. Karena saat ini semua daerah tak luput dari peredaran narkoba,” pungkasnya.

Pembentukan BNN, lanjut Brigjen Bambang, diperlukan untuk memutus rantai peredaran narkoba. Apalagi saat ini, modus peredaran narkoba terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan modus itu juga digunakan para pengedar untuk menyasar daerah. Tak terkecuali Kota Blitar, dimana saat ini Kota Blitar menjadi salah satu daerah yang belum memiliki BNN.

“Seperti di Kota Blitar juga belum ada meski Pemda setempat sudah mengusulkan ke Kemenpan – RB. Kami berharap secepatnya segera disetujui,” paparnya.

Selain itu, peredaran narkoba juga sudah menyasar kalangan pelajar.
Untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar, perlu ada sinergitas dari semua pihak. Baik dari BNN, polisi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Fungsi kami pencegahan dan memutus rantai peredaran narkoba di masyarakat. Perlu ada kerja sama dengan semua pihak untuk menjalankan fungsi itu,” ungkapnya.

Sampai sekarang, Kota Blitar belum memiliki Badan Narkotika Nasional. Kota Blitar baru membentuk Badan Narkotika Kota (BNK) yang diketuai Wakil Walikota Blitar, Santoso.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian BNK Kota Blitar, Hariyanto menegaskan, bahwa Pemkot Blitar sudah mengajukan untuk membentuk BNN. Namun hingga saat ini, Pemkot Blitar masih belum mendapatkan respon dari Kemenpan RB terkait pengajuan pembentukan BNN ini.

“Iya, kami sudah mengusulkan pembentukan BNN di Kota Blitar. Tapi sampai sekarang belum hasilnya belum tahu. Mudah-mudahan disetujui dan bisa terbentuk BNN Kota Blitar,” katanya.(fat/wir)

Keterangan gambar: Brigjen Bambang Budi Santoso, Kepala BNNP Jawa Timur saat ziarah ke makam Bung Karno Kota Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180321_191541-1024x574.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/03/adakitanews20180321_191541-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,BNN,narkoba
ADAKITANEWS, Blitar - Berdasarkan data yang dimiliki Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim), saat ini hanya ada 17 Kabupaten/Kota yang sudah memiliki BNN. Sedangkan 21 Kabupaten/Kota lainnya hingga kini belum memiliki BNN sendiri. Padahal semua wilayah Kabupaten/Kota di Jawa Timur, dipastikan rawan peredaran narkoba. Hal itu disampaikan langsung...