ADAKITANEWS, Tulungagung – Jika anda memiliki handuk bekas, jangan buru-buru dibuang. Campurkan dengan adonan semen agar menjadi pot yang bisa digunakan untuk dipajang di teras.

=========

Handuk yang tidak terpakai lagi alias handuk bekas, biasanya akan berakhir di tempat sampah, karena kita membuangnya begitu saja. Namun di tangan kreatif seorang pemuda di Tulungagung, barang yang telah kita anggap sebagai sampah ini akan diubah menjadi sebuah karya unik, bahkan bernilai jual.

Ia adalah Agus Effendi, pemuda asal Desa Rejosari Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Dengan sentuhan tangan dinginnya, barang bekas seperti handuk, kaos dan karung goni akan diubah menjadi pot bunga hias. Kreasi unik dan cantik ini, menjadi eksklusif karena jarang ditemukan di pasaran.

Agus Effendi mengakui bahwa ide membuat pot dari handuk bekas ini bukan murni dari dirinya. Namun dirinya terinspirasi dari tayangan sebuah video di media sosial. “Awalnya saya tertarik untuk mencoba membuat pot dari handuk bekas, setelah melihat video di medsos. Apalagi ini hal yang unik yang jarang ada,” kata Agus Effendi, perajin pot bunga dari handuk bekas.

Dengan memanfaatkan handuk bekas pakai yang ada di rumahnya, Agus pun memulai berkreasi. Proses pembuatan pot dari handuk bekas ini cukup sederhana. Mula-mula menyiapkan kain handuk bekas, atau bisa juga kain goni dan kaus yang kainnya mudah menyerap air. Kemudian secara terpisah menyiapkan bahan celupan kain dari adonan semen, kalsium dan lem kayu dengan kekentalan yang cukup, selanjutnya kain handuk dicelupkan ke dalam campuran yang sudah disiapkan tersebut.

Setelah adonan semen terserap handuk, lalu diangkat dan dicetak dengan cara menangkupkan kain secara tengkurap pada ember atau cetakan tertentu. Ketika proses pengeringan berlangsung, permukaan handuk dibentuk lipatan-lipatan sesuai dengan model pot yang diinginkan.

“Untuk proses pengeringan hindari terik matahari, cukup diangin-anginkan saja di tempat yang teduh. Karena kalau proses pengeringan dengan panas matahari, maka akan mudah retak dan pecah,” beber Agus Effendi.

Setelah mulai mengeras, angkat pot setengah jadi tadi dari cetakan. Setelah benar-benar kering, kemudian dicat dasar putih. Agar tampilan lebih menarik, pot juga bisa dicat warna-warni dengan kombinasi yang mencolok.

Menurut Agus, ketepatan komposisi adonan sangat berpengaruh terhadap hasil cetakan. Jika komposisi adonan semennya tidak tepat, hasilnya pun juga akan mudah retak.

Dengan dibantu seorang rekannya, dalam waktu satu minggu, Agus hanya mampu membuat 5 hingga 7 pot dengan berbagi ukuran. Ukuran mulai diameter 10 sentimeter dengan tinggi 20 sentimeter, hingga paling besar berdiameter 30 sentimeter dengan tinggi 1 meter. Ukuran ini tergantung dengan pesanan dan ketersediaan bahannya.

Selama ini, pot dari handuk bekas karya Agus ini masih dipasarkan di dalam kota Tulungagung saja. Untuk pot ukuran kecil, Agus mematok harga Rp 30 ribu, untuk ukuran sedang Rp 100 ribu, dan untuk pot besar dihargai Rp 150 ribu per buah.

Agus berkeinginan untuk mengajarkan keterampilan ini pada warga desa yang lainnya, agar kedepannya dapat dijadikan kerajinan khas dari Desa Rejosari.(bac)

Keterangan gambar : Agus Effendi sedang menyelesaikan pot dari handuk bekas dan tampilan pot dari handuk bekas yang siap dipasarkan.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/040218-bac-tulungagung-handuk-2.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/040218-bac-tulungagung-handuk-2-150x150.jpgREDAKSIAda Sajaadakitanews,Berita,handuk bekas,pot bunga,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Jika anda memiliki handuk bekas, jangan buru-buru dibuang. Campurkan dengan adonan semen agar menjadi pot yang bisa digunakan untuk dipajang di teras. ========= Handuk yang tidak terpakai lagi alias handuk bekas, biasanya akan berakhir di tempat sampah, karena kita membuangnya begitu saja. Namun di tangan kreatif seorang pemuda...