ADAKITANEWS, Tulungagung – Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah kasus baru tuberkulosis (TBC) pada 2015 mencapai 10,4 juta jiwa, yang meningkat dari sebelumnya hanya 9,6 juta. Sementara jumlah temuan TBC terbesar, adalah di India sebanyak 2,8 juta kasus, diikuti Indonesia sebanyak 1,02 juta kasus, dan Tiongkok sebanyak 918 ribu kasus.

Dari angka tersebut, untuk Tulungagung diperkirakan ada sekitar 3.000 penderita. Namun yang ditemukan, baru sekitar 1.000 penderita.

“Ini tugas kita untuk menemukan yang 2.000 tersebut. Mereka harus segera diobati untuk menghilangkan sumber penularannya,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, M Mastur, Kamis (12/04).

Lanjut Mastur, ada beberapa langskah strategis yang diambil Dinkes untuk menemukan para penderita TBC. Salah satunya membentuk kader di setiap Puskesmas se-Tulungagung.

Masing-masing Puskesmas, terdiri atas 10 orang kader. Harapannya, semua kader bisa menemukan dan memantau penderita atau orang-orang yang kemungkinan terjangkit TBC.

Mastur menganjurkan bagi penderita TBC agar selalu disiplin dalam mengkonsumsi obat. Jika tidak tertib mengkonsumsi obat, penderita TBC bisa menjadi kebal. Jika itu terjadi, penderita harus disuntik setiap hari selama seminggu sampai delapan bulan. Dilanjutkan mengkonsumsi obat selama dua tahun.(bac)

Keterangan gambar :Dinas Kesehatan Tulungagung saat sosialisasi tentang tuberkulosis (TBC).(ist)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180412_215150-1024x766.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/adakitanews20180412_215150-150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,tbc,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Berdasarkan data World Health Organization (WHO), jumlah kasus baru tuberkulosis (TBC) pada 2015 mencapai 10,4 juta jiwa, yang meningkat dari sebelumnya hanya 9,6 juta. Sementara jumlah temuan TBC terbesar, adalah di India sebanyak 2,8 juta kasus, diikuti Indonesia sebanyak 1,02 juta kasus, dan Tiongkok sebanyak 918...