ADAKITANEWS, Kediri – Sekitar 300 warga paguyuban penambang pasir dibantu personel TN, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban longsor di kawasan aliran lahar Gunung Kelud, tepatnya di Petak 148 Desa/Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Jumat (16/02).

Kasi Humas Polsek Plosoklaten, Bripka Mayanto Fajar Hidayat, SH, mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.45 WIB tersebut menyebabkan 3 korban tewas, 4 korban luka, dan 1 lainnya belum ditemukan.

Ketiga korban tewas tersebut adalah Andik Setiawan alias Bejuk, 35, warga Dusun Plosorejo Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten, Sugianto alias Tomblok, 40, asal Dusun Badek Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten, dan Ponco Suseno, 30, warga Listrikan Dusun Karangnongko Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten.

“Ketiga korban tersebut telah dimakamkan oleh keluarganya,” kata Bripka Mayanto melalui pesan singkat, Jumat (16/02) sore.

Sementara itu 4 korban luka yakni Moryanto alias Mur, 34, warga Desa Sumberurip Kecamatan Ngancar, Iksan Safii, warga Listrikan Dusun Karangnongko Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten, Sulis, 24, asal Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten, dan Samsul Hadi, 24, warga Desa Sumberagung Kecamatan Plosoklaten.

“Korban yang belum diketemukan atau proses evakuasi, Sunardi, 40, alamat Dusun Sepawon Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri,” tambahnya.

Bripka Mayanto juga menyatakan bahwa tempat kejadian perkara (TKP) yang sebelumnya diberitakan berada di wilayah Kecamatan Plosoklaten, sebenarnya berada di Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. “(Kejadiannya) memang di luar wilayah Polsek Plosoklaten,” tandasnya.

Meski demikian, Bripka Mayanto menyatakan bahwa dalam proses pencarian dan evakuasi korban Sunardi, akan melibatkan berbagai pihak termasuk Kapolres Kediri, AKBP Eric Hermawan, SIK, MH, dan Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno.

“Petugas yang melakukan evakuasi, Kapolres Kediri, AKBP Eric Hermawan SIK MH, Dandim 0809/Kediri, Letkol Kav Dwi Agung S, Kapolsek Plosoklaten, AKP Suharsono SH, Kapolsek Puncu, AKP Fuat, Kanit Intel Polsek Plosoklaten, Kasi Humas Polsek Plosoklaten, Kasi Humas Polsek Puncu, Kades Wonorejo Trisulo, Kades Pranggang, Kesehatan, Bapak Haryono, 3 personel BPBD Kabupaten Kediri, dan 300 warga masyarakat paguyuban penambang pasir,” jelentrehnya.(kur)

Keterangan gambar: Kondisi lokasi pasca longsor.(ist)

 

berita sebelumnya: http://www.adakitanews.com/3-penambang-pasir-tewas-tertimbun-longsor-1-masih-hilang/

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0009-768x1024.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/02/IMG-20180216-WA0009-e1518765365911-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,Gunung Kelud,kediri,longsor,penambang pasir
ADAKITANEWS, Kediri - Sekitar 300 warga paguyuban penambang pasir dibantu personel TN, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, hingga kini masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban longsor di kawasan aliran lahar Gunung Kelud, tepatnya di Petak 148 Desa/Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, Jumat (16/02). Kasi Humas Polsek...