Diduga Potong Dana PSKS, Kades Duren Dilaporkan ke Polres

746

ADAKITANEWSpemotongan dana psks-1, Nganjuk – Dana bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) untuk warga Desa Duren, Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, diduga dipotong oleh Jarwan Kepala Desa (Kades). Kasus pemotongan bantuan PSKS ini telah dilaporkan ke Polres Nganjuk Selasa (12/5).

Paniran mengatakan, dugaan pemotongan itu berawal ketika 651 warga Desa Duren menerima kucuran dana PSKS masing-masing Rp 600 ribu. Namun, warga mengaku dana tersebut tidak mereka terima secara penuh.

“Jadi begitu menerima, langsung dipotong oleh RT masing-masing warga penerima sebesar Rp 200 ribu,” Jelas Paniran, yang mengaku sebagai pendamping laporan  warga ke Polisi.

Paniran sebagai Kamituwo Dusun Bumo Desa Duren mengaku, uang hasil potongan yang dilakukan ketua RT kemudian diserahkan kepadanya untuk dibagikan kepada 1212 KK yang tidak menerima. “Katanya biar merata, namun saya menolak tidak berani menerima,”jelasnya.pemotongan dan psks-1

Lantaran Paniran menolak, uang itupun kemudian diserahkan kembali ke Kepala Desa melalui perangkat desa. Uang tersebut betul-betul dibagi kepada 1212 KK dengan rincian, masing-masing KK menerima Rp 70 ribu, “Dari uang Rp 70 ribu masih dipotong Rp 5 ribu untuk membeli gambar presiden,”Ujar Paniran.

Paniran bersama empat perwakilan warga mengadu ke Mapolres karena dari jumlah potongan yang ada dengan yang dibagikan masih ada sisa uang yang seharusnya dibagikan kembali kepada warga. Karena tidak kunjung dibagikan Paniran memilih jalur hukum untuk memprosesnya.

Kasat Reskrim Polres Nganjuk AKP Hendra Krisnawan mengatakan, telah menerima pengaduan dari sejumlah perwakilan warga tersebut, “ Memang betul ada yang membuat aduan tadi, saat ini anggota masih melakukan pendalaman,” terangnya.(jati/zay).

Keterangan Gambar : Ilustrasi pembagian dana PSKS