86315_sapi_perah@dakitanews Kediri – Akibat kemarau panjang, produksi susu sapi perah Kabupaten Kediri menurun drastis. Pasalnya dalam musim kemarau ini banyak rumput kering. Untuk menyiasati keadaan itu, akhirnya para peternak terpaksa mengganti rumput dengan daun tebu kering yang dicampur dengan konsentrat sehingga membuat biaya produksi tak sebanding dengan pendapatan.

Wilayah Kabupaten Kediri dilanda kekeringan dalam beberpa bulan terakhir. Hal ini membuat para peternak sapi perah harus putar otak untuk mensiasati langkanya rumput. Yakni dengan mengganti daun tebu kering serta konsentrat sebagai makanan pengganti.

Seperti yang dilakukan Sentra Peternak Sapi Perah Desa Babadan Kecamatan Ngancar yang memiliki 50 orang peternak sapi masing-masing memelihara lebih dari lima ekor sapi perah serta Peternakan sapi perah milik Subono yang memelihara 25 ekor sapi. Namun seluruh peternak sapi perah ini mengeluh, karena sejak dilanda kekeringan produksi susunya menurun tajam hanya 200 liter perharinya.

Saat ini harga susu sekitar 5 ribu rupiah perliter, Namun hal tersebut tak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Sebab mahalnya harga konsentrat yang mencapi 2 ribu 4 ratus perhari, membuat sebagian peternak merugi.

Subono salah seorang peternak mengaku dalam kondisi normal biasanya satu ekor sapi memproduksi 40 liter susu perhari, namun untuk saat ini satu ekor sapi hanya meghasilkan 20-30 liter per hari.

“ Kalau kondisi normal satu ekor biasa menghasilkan 40 liter perhari. Kalau sekarang Cuma 20 hingga 30 literan. Dulukan makanannya Cuma rumput. Karena sekarang rumputnya pada kering terpaksa pake comboran dicampur daun tebu kering. Sebenarnya tidak sebanding penghasilannya, soalnya konsentratnya juga mahal. Tiap hari 6 kilo konsentrat satu ekor padahal harganya 2 ribu lebih,” jelas Subono , Rabu (1/10).(tya)

Keterangan Gambar : Ilustrasi peternakan sapi

RedaksiDaerah
@dakitanews Kediri – Akibat kemarau panjang, produksi susu sapi perah Kabupaten Kediri menurun drastis. Pasalnya dalam musim kemarau ini banyak rumput kering. Untuk menyiasati keadaan itu, akhirnya para peternak terpaksa mengganti rumput dengan daun tebu kering yang dicampur dengan konsentrat sehingga membuat biaya produksi tak sebanding dengan pendapatan. Wilayah Kabupaten...