f-Divonis 1f-Divonis 2

ADAKITANEWS, Nganjuk – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk mengabaikan keluarga yang terserang epilepsi dan kurang gizi. Pasalnya, Zulfia Rindana Putri,11 bulan putri dari keluarga Paini ,36, dan Binarti ,32, warga RT 01/RW 05 Dusun Brayung Desa Sumberurip Kecamatan Berbek yang divonis kurang gizi sejak lahir belum mendapatkan Jamkesmas. Selain itu Binarti ,32, ibunya juga terserang Epilepsi sehingga tidak sanggup memberikan Air Susu Ibu (ASI) yang layak.

Badan dari Zulfia hanya 4 kilogram tersebut jarang mendapatkan ASI karena penyakit Epilepsi yang menyerangnya sering kambuh. Ketika penyakitnya kambuh, sang ibu tidak mau menyusui Zulfia,  dan neneknya, Warni ,53, minta tolong tetangganya untuk menyusui Zulfia.

“Setiap ibunya sakit, Zulfia saya bawa ke tetangga dan saya minta tolong untuk menyusui, sebab saat kambuh, ibunya tidak mau menyusui,” ujar Warni

Warni mengaku, tidak mampu membawa cucunya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pekerjaan serabutan yang ditekuni Paini, bapak dari Zulvi ditambah hasil mengelola sawah yang hanya secuil, tidak cukup untuk membiayai cucunya ke rumah sakit. Warni juga mengatakan, selama ini anak tersebut belum mendapatkan bantuan Jamkesmas. Sebenarnya, keluarga sudah diberi surat keterangan tidak mampu oleh Kepala Desa setempat. Namun surat keterangan miskin untuk pengajuan Jamkesmas itu ditolak oleh pihak Dinas Kesehatan.

“Pada surat keterangan itu oleh dinas distempel, mereka (pihak Dinkes-red) mengatakan jangan menggunakan hak orang miskin dan juga jangan pura-pura mengaku orang miskin nanti benar menjadi orang miskin,” keluh Warni

Padahal, keluarganya benar-benar tidak mampu, akan tetapi pengajuanya untuk memperoleh jaminan kesehataan dari pemerintah ditolak mentah-mentah oleh dinas terkait. Kejadian pahit juga dialaminya waktu memeriksakan Zulvia ke bidan desa. “Saat Zulvia saya mintakan imunisasi dan minta tindik, bidan juga nenolaknya,” ujar Warni.

Dengan kondisi keluarga serta sikap dari Dinkes seperti itu, Warni hanya berharap agar cucunya dapat tumbuh normal sebagaimana balita lainnya. “Semoga cucu saya tumbuh normal, seperti balita lainnya,” harapnya.(jati)

Keterangan Gambar : Balita kurang gizi yang ibunya mengidap epilepsi diabaikan Dinkes Kabupaten Nganjuk

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/f-Divonis-1.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/f-Divonis-1-150x150.jpgRedaksiKesehatanburuk,Gizi,nganjuk
ADAKITANEWS, Nganjuk – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk mengabaikan keluarga yang terserang epilepsi dan kurang gizi. Pasalnya, Zulfia Rindana Putri,11 bulan putri dari keluarga Paini ,36, dan Binarti ,32, warga RT 01/RW 05 Dusun Brayung Desa Sumberurip Kecamatan Berbek yang divonis kurang gizi sejak lahir belum mendapatkan Jamkesmas. Selain...