ADAKITANEWS, Kota Blitar – Dinas Kesehatan Kota Blitar masih menemukan jajanan anak yang mengandung bahan kimia non pangan seperti zat pewarna tekstil dan bahan pengawet, beredar di Kota Blitar.

Meski demikian, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Blitar, sejak tahun 2015 jumlah makanan tak layak konsumsi di Kota Blitar terus mengalami penurunan. Pada tahun 2015, dari 65 penjaja makanan di area sekolah, 18 persen atau 11 orang diantaranya masih menggunakan pewarna tekstil dan pengawet dalam mengolah makanan. Jumlah itu mengalami penurunan dari waktu ke waktu.

Di semester pertama 2016 menjadi 8 persen atau 5 orang dari total 65 penjaja makanan, dan di semester kedua turun menjadi 6 persen atau 4 penjual masih menggunakan bahan pengawet dan zat pewarna tekstil.

“Di awal tahun 2017 ini, kami juga sudah melakukan sampling ke-2 lokasi secara acak. Hasilnya ada yang negatif pewarna (tekstil) tapi positif bahan pengawet,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) di Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Dharma Setiawan di kantornya, Jalan S Supriyadi, Kota Blitar, Selasa (14/03).

dr Dharma memaparkan, bahan pengawet yang sering digunakan oleh para pedagang dalam mengolah jajanan ialah jenis Formalin dan Borax. Sedangkan untuk pewarna tekstil, kandungan Rodhamin B dan Metanil Yellow merupakan bahan yang sering digunakan. “Ada 4 dan biasanya itu kalau sudah tercampur pada makanan, kelihatan di warnanya. Kelihatan tajam. Kalau merah ya merah sekali, kalau oranye ya terang seali, jadi lebih menarik buat anak anak,” ungkapnya.

Lanjut dia, paparan zat yang diperuntukkan untuk pangan tersebut tidak dirasakan dalam jangka pendek. Namun akan terakumulasi dalam tubuh dan menjadi residu yang akan memicu munculnya penyakit mematikan. “Kalau dia sudah terkumpul dan terus bertambah, dia akan mengendap dan malah bisa memicu kanker dan lainnya,” ungkap dr Dharma

Kepada Tim Adakitanews.com, dr Dharma menambahkan, temuan 4 bahan berbahaya dalam makanan tersebut sering ditemukan pada krupuk yang berwarna terang. “Kita akan terus pantau mereka,” tutupnya.(blt1)

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar dr Dharma Setiawan.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/03/140317-blt1-blitar--1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/03/140317-blt1-blitar--150x150.jpgREDAKSIKesehatanadakitanews,Berita,blitar,dinas kesehatan kota blitar,makanan
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Dinas Kesehatan Kota Blitar masih menemukan jajanan anak yang mengandung bahan kimia non pangan seperti zat pewarna tekstil dan bahan pengawet, beredar di Kota Blitar. Meski demikian, berdasarkan data di Dinas Kesehatan Kota Blitar, sejak tahun 2015 jumlah makanan tak layak konsumsi di Kota Blitar terus...