dinkes@dakitanews Kediri – Mundurnya musim penghujan, tak membuat Dinas Kesehatan Kota Kediri lengah terhadap Demam Berdarah. Dinkes justru memberikan perhatian ekstra untuk mengantisipasi serangan penyakit ini.

Penyakit Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk aides aigepty ini, banyak tersebar dalam lingkungan rumah tangga, seperti bak mandi, tandon air, kaleng bekas minuman karena biasanya dalam tempat yang tergenang air sangat berpotensi menjadi tempat berkembangbiak nyamuk ini.

Dinkes juga menghimbau masyarakat agar selalu waspada untuk menjaga kebersihan serta tidak terlena. Hal tersebut dirasa sebagai langkah pencegahan yang dianggap effektif untuk antisipasi serangan DB

Bukan hanya himbauan yang dilakukan Dinkes Kota kediri untuk mewaspadai penyakit DB yang berpotensi tersebar dalam lingkungan Rumah tangga, pihaknya akan menggalakkan program 3 M yang saat ini sudah mulai mengendur, selain itu akan memberikan pembinaan kepada para kader Jumantik.

“Selain sosialisasi bahaya DB, kami juga akan menggalakkan program 3 M yang saat ini sudah jarang dilakukan masyarakat yaitu, menguras kamar mandi, menimbun barang bekas, dan menutup bak air. Selain itu juga menghidupkan kembali kader Jumantik, “ jelas Sentot Imam Suprapto, Kepala Dinkes Kota Kediri, Senin (13/10).

Menurut Dinkes untuk rencana pengasapan(foging) adalah solusi akhir, karena lebih baik melakukan pencegahan seperti dengan menggalakankan program. (tya)

Keterangan Gambar : logo Dinkes Kota Kediri

RedaksiPolitikDB; demam berdarah
@dakitanews Kediri – Mundurnya musim penghujan, tak membuat Dinas Kesehatan Kota Kediri lengah terhadap Demam Berdarah. Dinkes justru memberikan perhatian ekstra untuk mengantisipasi serangan penyakit ini. Penyakit Demam Berdarah yang disebabkan oleh nyamuk aides aigepty ini, banyak tersebar dalam lingkungan rumah tangga, seperti bak mandi, tandon air, kaleng bekas minuman...