Dirawat Beberapa Bulan di Posyandu Jiwa, 4 Pecandu Narkoba Membaik

857

ADAKITANEWS, Jombang – Empat orang pecandu narkoba di Jombang menjalani perawatan di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu ) Jiwa di Desa Bongkot Kecamatan Peterongan Jombang. Setelah beberapa bulan menjalani perawatan intensif, kini kondisi keempatnya mulai membaik.

Programer Posyandu Jiwa, Anik Rofiqoh mengaku, pada saat baru masuk di Posyandu, para pecandu narkoba sering berbicara sendiri, tertawa sendiri dan mudah tersinggung. Selain itu, mereka juga sering mengamuk sehingga membuat orang disekitarnya ketakutan. Namun setelah menjalani perawatan selama empat bulan, kondisinya kini mulai normal.

“Biasanya keluhannya sering ngomel (berbicara,red) sendiri. Mereka (para pecandu,red) merasakan ketakutan yang luar biasa, lalu berhalusinasi, kemudian tidak mau bertemu orang. Akhirnya dari pihak keluarga dan Pamong Desa melapor ke programer Posyandu Jiwa ini”, kata Anik Rofiqoh, Sabtu (07/05).

Anik menjelaskan, penanganan terhadap pecandu narkoba sendiri sama dengan penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelayanan yang dibuka setiap dua minggu sekali ini kurang lebih juga sama dengan layanan terhadap balita. Yaitu mulai dari pendaftaran, penimbangan berat badan, pemeriksaan kesehatan, pemberian obat hingga pemberian asupan makanan. Salah satu yang membedakan yakni adanya pelayanan potong rambut.

“Penanganan pertama kita tangani gangguan jiwanya. Alhamdulillah sepertinya yang sakaw tidak ada. Kemudian kita ke SPKJ, lalu kita ke dokter, proses pengobatan, hingga asuhan keperawatan. Itu saja”, imbuh Anik.

Saat ini, Posyandu yang diberi nama Pelita Harapan ini menangani 110 pasien ODGJ. Empat diantaranya pecandu narkoba. Keempatnya dimasukkan ke posyandu jiwa bukan oleh kepolisian. Melainkan oleh keluarganya sendiri, sebab kondisinya seperti orang yang mengalami gangguan jiwa.

Salah satu mantan pecandu narkoba, Saiful, yang kini kondisinya mulai normal mengaku, saat masih menjadi pecandu narkoba, dia mengkonsumsi berbagai jenis narkoba. Mulai yang berharga murah hingga mahal. Namun kini, Saiful mengaku sudah tidak mau lagi mengkonsumsi narkoba.

Meskipun telah berhasil menyembuhkan pecandu narkoba, Posyandu ini belum serta merta menerima pasien narkoba khususnya dari luar daerah. Pengelola Posyandu Jiwa, Anik Rofiqoh beralasan, karena harus mendapat persetujuan Dinas Kesehatan setempat selaku lembaga yang menaunginya.(Tari/Jati)

Keterangan gambar: Suasana Posyandu Jiwa di Balai Desa Bongkot Peterongan Jombang yang merawat seratus lebih orang dengan gangguan jiwa.