2015-07-07_17.43.34

ADAKITANEWS, Madiun – Angelita,9,5, warga Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, harus menjalani perawatan intensif di ruang melati RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun. Pihak keluarga menduga, Angelita menjadi korban salah konsumsi obat atau penanganan dokter sebelumnya.

“Awalnya, dia (Angelita) mengalami sakit panas disertai batuk pilek hingga timbul bintik merah pada tubuh. Karena khawatir dengan kondisi putrinya, pihak keluarga membawa Angelita ke Rumah Sakit Panti Waloja (RSUD Caruban) guna mendapat perawatan medis,” jelas Ibu Angelita, Siti Khotijah, Selasa (7/7).

Nahas, keinginan orang tua tidak sesuai dengan harapan, sebab dokter menduga Angelita menderita penyakit cacar air. “Dulu saya sempat bicara sama dokternya, kalau anak saya sudah pernah cacar air. Tapi, kata dokter cacar air itu tidak hanya menyerang satu kali. Kata dokternya obat yang sebelumnya dari bidan dihentikan dulu dan diganti obat baru dari pihak rumah sakit,” ujarnya.

Menurutnya dokter muda merawat Angelita memberikan dua pilihan resep obat murah atau mahal. Ibu Angelita akhirnya memilih obat mahal yang ditawarkan sang dokter, agar anaknya cepat sembuh. “Setelah diinfus dan disuntikkan obatnya, bukannya malah sembuh, justru tambah parah, banyak muncul gelembung. Ternyata salah obat, bukan karena cacar air lagi, matanya saja waktu dibawa kesini (RSUP dr. Soedono) tidak fungsi,” ujarnya.

Ia menduga Angelita salah mengkonsumsi obat yang diberikan dokter muda di Rumah Sakit Panti Waloja (RSUD Caruban) Kabupaten Madiun itu. Sebab, pasca mengkonsumsi obat kondisi Angelita  tidak semakin membaik, justru muncul gelembung-gelembung di sekujur tubuh putrinya. “Saya yakin kondisi dia seperti itu akibat salah pemberian obat,” tandasnya.

Sementara itu, perawat pelaksana ruang melati RSUPP Jatim dr Soedhono, Khomsatun, mengatakan, dari hasil diagnosa pihaknya, Angelita mengalami Stevens Johnson Syndrome (SSJ). Kendati, ia enggan membeberkan kondisi sebenarnya dialami Angelita, benar tidaknya mengkonsumsi obat dari RSUD Caruban.  Pasien memerlukan waktu sekitar 2 minggu untuk menyembuhkan luka pada sekujur tubuh.

Ia hanya menjelaskan kondisi Angelita saat ini mulai membaik. Kedua matanya kembali berfungsi serta dapat makan minum meski bibirnya  melepuh. “Jelasnya, SSJ itu alergi terhadap obat-obat tertentu. Perawatannya butuh waktu dua minggu, hanya tinggal menghilangkan sisa-sisa luka itu. Hal lain, saya tidak bisa komentar,” ujarnya. (UK)

Keterangan Gambar: Angelita, bocah, 9,5 tahun warga Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, tergolek menjalani perawatan intensif di ruang melati RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun.

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-07_17.43.34.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2015/07/2015-07-07_17.43.34-150x150.jpgRedaksiKesehatanbocah,madiun,melepuh,obat,Salah,ssj
ADAKITANEWS, Madiun - Angelita,9,5, warga Desa Sebayi, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, harus menjalani perawatan intensif di ruang melati RSUPP Jatim dr Soedhono di Kota Madiun. Pihak keluarga menduga, Angelita menjadi korban salah konsumsi obat atau penanganan dokter sebelumnya. “Awalnya, dia (Angelita) mengalami sakit panas disertai batuk pilek hingga timbul bintik...