unduhan@dakitanews Surabaya – Tenaga dokter di Jawa Timur dinilai masih kurang jumlahnya. Terbukti, beberapa kabupaten/kota di Jatim yang memiliki rasio jumlah penduduk dengan jumlah tenaga medis yang tersedia, satu orang tenaga dokter umum harus melayani sedikitnya 15 ribu warga. Alhasil, pelayanan kesehatan di Jawa Timur dinilai kurang maksimal.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jatim, Suhandoyo mengatakan, pihaknya akan mengawal pemenuhan fasilitas kesehatan, termasuk tenaga medis bagi rakyat secara serius. Sebab menurut Handoyo, kebutuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat termasuk kebutuhan dasar yang utama.

Artinya, kebutuhan sarana kesehatan termasuk kebutuhan vital yang harus tersedia secara layak. Tanpa jaminan layanan kesehatan yang mamadahi, produktifitas, hingga stabilitas masyarakat dapat tergangu.

“Di negara manapun fasilitas kesehatan itu termasuk kebutuhan utama. Bagaimana sendi kehidupan berbangsa bisa berjalan maksimal jika kesehatan masyarakatnya lemah,” jelas Handoyo.

Handoyo mencontohkan rasio jumlah tenaga medis dengan jumlah pasien yang ada di Kabupaten Lamongan. Di salah satu kabupaten di Jawa Timur ini, menurut Handoyo memiliki perbandingan 1 orang dokter umum berbanding 15 ribu pasien. Artinya, satu orang dokter di daerah itu harus melayani sekitar 15 ribu pasien. Padahal, jam kerja dokter hanya sekitar 8 jam kerja setiap harinya.

Dari jumlah itu, jika dihitung kesempatan warga masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, maka setiap warga yang sakit hanya akan mendapatkan kesempatan layanan seorang dokter sekitar 38 detik saja.

“Kita contohkan Kabupaten Lamongan, jumlah warga daerah itu sekitar 1,5 juta jiwa. Sementara jumlah tenaga dokter hanya sekitar 100 dokter umum, maka seorang dokter di daerah itu harus melayani 15.000 pasien. Bagaimana warga masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan secara memadaai jika kondisinya demikian,” ungkap Handoyo.

Atas dasar itu menurut Handoyo, pihaknya akan berupaya untuk mengkaji dan mengupayakan ketersediaan fasilitas kesehatan masyarakat secara memadahi. Penyediaan itu, bukan hanya tenaga medisnya saja, namun juga ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan. Sehingga keterjangkauan akasesibilitas masyarakat terhadap fasilitas kesehatan semakin tinggi.

“Seharusnya ketersediaan sarana kesehatan ini yang juga menjadi skala prioritas. Kita harus upayakan pengangkatan tenaga pegawai di lingkup daerah yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, jangan asal sesuai dengan titipan pihak tertentu,” ujarnya. (Bersambung) (ys)

Keterangan Gambar : ilustrasi kesehatan masyarakat

RedaksiTokohdpd pdip jatim,kesehatan
@dakitanews Surabaya - Tenaga dokter di Jawa Timur dinilai masih kurang jumlahnya. Terbukti, beberapa kabupaten/kota di Jatim yang memiliki rasio jumlah penduduk dengan jumlah tenaga medis yang tersedia, satu orang tenaga dokter umum harus melayani sedikitnya 15 ribu warga. Alhasil, pelayanan kesehatan di Jawa Timur dinilai kurang maksimal. Wakil Ketua...