ADAKITANEWS, Kota Blitar – Dua spesialis penjambret ibu-ibu akhirnya dibekuk petugas Satreskrim Polres Blitar Kota. Pelaku pertama bernama Didik Agustian, 26, warga Wonotirto Kabupaten Blitar. Sementara pelaku kedua adalah Wahyudianto, 28, warga Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, mereka merupakan spesialis jambret yang menyasar ibu-ibu. Untuk pelaku Didik, mengaku baru beraksi dua kali di wilayah Kota Blitar. Menurutnya, Didik melancarkan aksinya sendirian. Bapak satu anak ini biasanya keliling naik sepeda motor mencari sasaran.

AKP Heri menuturkan, aksi terakhir Didik terjadi di Jalan Kemuning Plosokerep Kota Blitar. Residivis kasus pencurian ini menjambret tas milik Bagus Prasetyo. Tas berisi puluhan kartu perdana milik korban itu ditaruh di atas sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan. Pelaku langsung menyambar tas milik korban dan kabur. “Total ada delapan kardus kartu perdana yang isinya 99 buah, nilainya mencapai Rp 31 juta. Yang satu dus sudah dijual pelaku,” ujar Heri, Rabu (04/10).

Lebih lanjut AKP Heri, pelaku juga pernah melakukan penjambretan di Jalan Delima Kelurahan Tlumpu Kota Blitar. Korbannya Suliah, 52, warga Desa Bendowulung Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar.

Korban dijambret saat membeli buah di pinggir jalan. Tas milik korban digantungkan di bahu, tiba-tiba ada seorang pengendara mendekat ke posisi korban. Pengendara itu langsung menarik tas korban dan membawanya kabur. Uang Rp 400 ribu dan dua buah ponsel milik korban yang ditaruh di tas ikut amblas dibawa pelaku. “Kami masih mengembangkan kasusnya,” ujarnya.

AKP Heri menjelaskan, untuk pelaku kedua, Wahyudianto tertangkap tangan saat menjambret tas milik seorang ibu rumah tangga. Sekarang, pelaku ditahan di Polsek Sananwetan. Aksi penjambretan itu terjadi di Jalan Prambanan Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, Selasa (03/10) lalu.

“Korbannya bernama Sumarni, 52, ibu rumah tangga asal Jalan Suryat Kelurahan Gedog Kecamatan Sananwetan Kota Blitar,” katanya.

Saat itu, warga yang ada di sekitar lokasi beramai-ramai membantu menangkap pelaku. Warga sempat menghajar pelaku. Setelah itu, warga melaporkan kasus itu ke polisi.

Sementara itu di hadapan petugas, Didik mengaku melakukan aksinya sendirian. Dia menjambret karena terpepet masalah ekonomi. Didik tidak punya pekerjaan tetap. Sebelumnya, ia berjualan kue di rumah. Ia menjual kartu perdana ke temannya seharga Rp 300 ribu. Sedangkan ponsel hasil menjambret dia jual lewat online dan laku Rp 500 ribu.

“Saya butuh uang untuk biaya anak saya masuk TK,” kata Didik.(fat/wir)

Keterangan gambar: Salah satu pelaku saat berada di Polres Blitar Kota.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/041017-fat-blitar-jambret-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/10/041017-fat-blitar-jambret-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,blitar,jambret
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Dua spesialis penjambret ibu-ibu akhirnya dibekuk petugas Satreskrim Polres Blitar Kota. Pelaku pertama bernama Didik Agustian, 26, warga Wonotirto Kabupaten Blitar. Sementara pelaku kedua adalah Wahyudianto, 28, warga Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, mereka merupakan spesialis jambret...