Dugaan Suap Bupati Jombang: Giliran Pegawai Puskesmas Diperiksa KPK

565

ADAKITANEWS, Jombang – Aktivitas pemeriksaan oleh sejumlah petugas KPK di gedung Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) Polres Jombang terus dilakukan. Kali ini, sejumlah pegawai di bidang kesehatan terlihat menjalani pemeriksaan soal kasus suap yang menjerat Bupati Jombang non aktif, Nyono Suharli Wihandoko dan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Inna Silestyowati.

Berbeda dengan pemeriksaan di hari sebelumnya dimana petugas KPK terlihat melakukan pemeriksaan pada perangkat kerja di Pemkab Jombang, yakni Assisten I Pemkab Jombang, Drs Purwanto. Kini pemeriksaan diperuntukkan untuk pegawai di kalangan puskesmas.

Pantauan di lapangan, terlihat beberapa pegawai dari sejumlah Puskesmas di Kabupaten Jombang memasuki ruang pemeriksaan di GBB Polres Jombang, Kamis (01/03) pukul 12.30 WIB. Salah satunya yang sempat diwawancarai oleh Tim Adakitanews.com yakni petugas dari Puskesmas Jarak Kulon Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang, yang diketahui bernama Muchtar. “Dari puskesmas Jarak Kulon,” jawabnya singkat saat diwawancarai.

Di hari sebelumnya, Rabu (28/02) juga terlihat memasuki ruang pemeriksaan KPK di GBB Polres Jombang, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Abdul Qudus. Diwawancarai ketika keluar ruangan GBB, Abdul Kudus mengungkapkan bahwa dirinya diperiksa soal perizinan pendirian dan operasional rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Jombang.

“Masalah proses perizinan pendirian, operasional rumah sakit swasta di Jombang,” ungkap Abdul Qudus.

Sedangkat saat ditanya soal jumlah nominal uang dalam proses perizinan rumah sakit swasta tersebut, Abdul Kudus tidak mau mengungkapkan. “Tidak tahu saya, tanyakan ke penyidik,” pungkas Abdul Qudus.

Sekadar diketahui, Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko tertangkap oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kota Solo pada Sabtu (03/02) lalu. Nyono diduga menerima uang suap sebesar Rp 275 juta dari Plt Kepala Dinas Kesehatan, Inna Silestyowati untuk menjadikannya sebagai Kepala Dinkes definitif.

Inna Silestyowati juga diduga melakukan pungli dalam proses penerbitan izin rumah sakit swasta di Jombang dan pengumpulan dana kapitasi dengan total uang Rp 434 juta yang dikumpulkan sejak 2017.(ar)

Keterangan gambar: Sejumlah orang yang diduga dari kalangan pegawai puskesmas di Jombang saat hendak memasuki ruang pemeriksaan.(foto:adi rosul)