images(10)ADAKITANEWS, Kota Kediri- Semalam, nampak beberapa muda-mudi dan kalangan keluarga bahkan kelompok tertentu merayakan malam tahun baru bersama di beberapa titik keramain Kota Kediri. Tak pelak, kita harus mengganti kalender 2015 yang menancap di dinding rumah dengan kalender 2016. Namun, tahukah kita sejarah dari kalender itu? Selengkapnya mari bersama simak ulasan berikut.

Kalender menjadi salah satu alat penting dalam peradaban manusia. Banyak kejadian penting yang kemudian dapat diingat dan ditelusuri kebenarannya karena adanya tanggal yang jelas saat kejadian. Di seluruh belahan dunia, ada dua sistem kalender yang dikenal secara luas yaitu, kalender masehi dan kalender Islam atau Kalender Hijriyah.

Kalender masehi pada awalnya adalah kalender Bangsa Romawi yang disebut kalender Julian. Kemudian disempurnakan menjadi Gregorian, kalender Gregorian merupakan kalender Masehi yang ditetapkan Paus Gregorius XIII pada tahun 1582. Kalender ini adalah koreksi atas Kalender Julian yang berlaku sejak 47 SM. Yang berbeda hanya peraturan tahun kabisat-nya saja.

Sistem kalender kedua yang terkenal adalah sistem Kalender Hijriyah. Ini adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. Kalender ini, dinamakan Kalender Hijriyah karena pada tahun pertama kalender ini adalah tahun dimana terjadi peristiwa Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah, yakni pada tahun 622 M.

Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya. Berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi-red) yang menggunakan peredaran Matahari. Di Indonesia, kalender Hijriyah dan Masehi digunakan secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi kalender yang pertama adalah sebagai penanda waktu hari, kedua adalah bagian dari promosi. Tidak sedikit perusahaan di Indonesia memproduksi kalender setiap tahun sebagai merchandise khusus untuk konsumennya.

Kalender menurut macamnya dibagi menjadi dua, diantaranya, yaitu; kalender dinding dan kalender meja. Kalender dinding seperti namanya biasanya berukuran besar dan digantung pada salah satu dinding rumah. Kalender dinding juga biasanya digunakan sebagai kalender kerja.

Selanjutnya yang kedua adalah kalender duduk atau kalender meja. Kalender meja/duduk lebih kecil namun lebih mahal dari segi harga. Hal ini disebebkan karena bahan pembuat kalender meja/duduk menggunakan hardcover dan juga bahan spiral.

Umumnya di Indonesia jika ingin membuat sebuah kalender dinding atau kalender meja Anda dapat mendatangi sebuah perusahaan percetakan yang akan membantu Anda mencetak kalender sesuai dengan desain yang anda inginkan.

Biaya cetak Kalender tentu berbeda. Kalender dinding lebih murah dibanding kalender duduk walaupun secara ukuran kalender dinding lebih besar. Hal terjadi karena kalender dinding menggunakan bahan yang tipis dan tidak memerlukan tatakan hardcover seperti pada kalender meja.(blot)

Keterangan Gambar : ilustrasi kalender

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/01/images10.jpeghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2016/01/images10-150x150.jpegREDAKSIGaya Hiduphijriah. masehi,kalender
ADAKITANEWS, Kota Kediri- Semalam, nampak beberapa muda-mudi dan kalangan keluarga bahkan kelompok tertentu merayakan malam tahun baru bersama di beberapa titik keramain Kota Kediri. Tak pelak, kita harus mengganti kalender 2015 yang menancap di dinding rumah dengan kalender 2016. Namun, tahukah kita sejarah dari kalender itu? Selengkapnya mari bersama...