Gaji dibawah UMR, 5 Karyawan Toko Jaya Makmur Diesel Nekat Mencuri

2170

2016-01-19_20.39.43ADAKITANEWS, Nganjuk – Toko Diesel Jaya Makmur yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Kelurahan Kauman Kecamatan Kota Nganjuk dibobol maling. Pelakunya yakni 5 karyawan toko tersebut dengan dalih tidak menerima gaju sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Informasi yang dihimpun tim adakitanews.com, lima karyawan tersebut yakni Sugiono bin Katiran, 35 th, jl. Setro wiryan Rt 16 Rw 03 Desa. Kaibon, Kec. Geger Kab. Madiun. Jumali bin Wakimun, 30 th, Dsn. Ganggang malang Desa. Sumengko Kec. Sukomoro Kab. Nganjuk. Cucuk subagio bin sanaji (alm), 57 Perumnas candirejo Rt 02 Rw 07 Kec. Loceret Kab. Nganjuk, Agustinus andi triana bin basuki, 39 th, jl. AR. Saleh III no. 78 Rt 03 Rw 04 Kel Kauman kab. Nganjuk, dan satu lainnya dinyatakan DPO.

Kompol Edi Hariadi Kapolsekta Nganjuk dalam press riliss Selasa (19/01) menjelaskan, dalam melakukan kejahatan komplotan pelaku (5 orang) merencanakan pencurian tersebut dan membagi tugasnya masing-masing. Kompol Edi menambahkan, 1 orang berperan untuk mematikan dan menyalakan cctv, 1 orang lagi mengawasi sambil mengemudi mobil,  3 orang lainya bertugas mengangkat barang curian.

“Pencurian ini sudah dilakukan hampir 7 kali dalam kurun waktu 2 bulan terakhir. Komplotan tersebut melakukan aksinya pada jam kerja dan aktifitas toko dalam keadaan ramai,” jelas Kompol Edi Hariadi

Lebih lanjut Kompol Edi menjelaskan, hasil barang curian tersebut setelah berhasil dijual selanjutnya uang penjualannya di bagi sama rata. Barang bukti yang berhasil diamankan petugas diantaranya, dua Diesel kubota buah, satu mesin traktor, dua mesin pompa diesel, juga uang sisa hasil penjualan sebanyak  Rp.910 000,-. “Uang hasil pencurian ini dibagi rata masing-masing Rp.2 juta,” ujarnya

Sementara menurut Sugiono Salah satu tersangka saat dikonfirmasi tim Adakakitanews.com saat press riliss  mengatakan, pencurian ini dilakukan karena gajinya sebagai karyawan di toko Jaya Makmur Diesel tempatnya bekerja tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. “Gaji saya hanya Rp.900 ribu, tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya,” pungkasnya.(Jati/zay)