Gelar Tahlil di Depan Kejaksaan, Desak Usut Tuntas Korupsi Kain Batik

596

ADAKITANEWS, Nganjuk – Massa yang mengatasnamakan Jaringan Pemantau Aparatur Negara (Japan) menggelar acara tahlil di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk di Jalan Dermojoyo, Rabu (27/07). Mereka menuntut agat penanganan kasus korupsi pengadaan kain batik diusut tuntas dan menjerat para pejabat lain di Pemkab Nganjuk yang terlibat korupsi.

Siang itu, sejumlah massa yang mengenakan baju muslim tekun membaca tahlil. Sementara beberapa diantaranya membagikan selebaran kepada masyarakat yang kebetulan lewat di depan Kantor Kejari Nganjuk.

Tjetjep M Yasien, Ketua DPD Japan bersama beberapa perwakilan massa akhirnya ditemui oleh Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Anwar Riza SH. Di hadapan sejumlah pejabat Kejari Nganjuk, Tjetjep M Yasien mengungkapkan banyaknya kejanggalan dalam proses pengadaan kain batik di sekretariat Pemkab Nganjuk. Salah satunya perubahan anggaran pengadaan kain batik hingga tiga kali.

Karena itu, Tjetjep M Yasien mendesak kepada Kejari Nganjuk untuk menyeret pejabat-pejabat lain di lingkungan Pemkab Nganjuk yang terlibat korupsi. Baik keterlibatannya secara langsung maupun pejabat yang menerima uang dari hasil korupsi pengadaan batik.

Di depan perwakilan massa, Anwar Riza memaparkan proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan serta bukti-bukti yang dijadikan alasan Kejari dalam penetapan tersangka. Bahkan, dikatakan Anwar Riza, dalam dua minggu ke depan, kasus korupsi pengadaan kain batik akan dinaikkan ke tahap penuntutan.

Anwar Riza juga menegaskan kembali keseriusan Kejaksaan Negeri Nganjuk dalam menangani tindak pidana korupsi. Kejaksaan mentargetkan, kasus korupsi pengadaan kain batik ini akan diajukan ke penuntutan pada akhir Juli 2016.(Jati)

Keterangan Gambar : Massa LSM Japan di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk Jalan Dermojoyo.(Foto : Bagus Jatikusumo)