ADAKITANEWS, Kota Blitar – Puluhan juru parkir (jukir) yang ada di Kota Blitar mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan keluhannya, Selasa (10/04) siang.

Para juru parkir ini mengaku khawatir dan gelisah dengan peristiwa penangkapan rekan sesama jukir oleh anggota Satreskrim Polres Blitar Kota beberapa waktu lalu di kawasan alun-alun, saat ada acara Bazar Blitar Djadoel dan dituduh melakukan pungutan liar (pungli).

Koordinator jukir Kota Blitar, Budi Hartono mengatakan, dengan adanya peristiwa ini otomatis para jukir lainnya khawatir kasus serupa menimpa mereka. Padahal, para jukir mengaku tidak melakukan pungli.

“Kami ingin mengadu ke Dewan tentang kejelasan aturan parkir di Kota Blitar. Terutama soal parkir insidentil,” katanya, Selasa (10/04).

Budi menyatakan, bahwa aturan parkir insidentil membingungkan para jukir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar menetapkan tarif retribusi parkir insedentil sebesar Rp 3 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Tetapi, Dishub juga menganjurkan kepada para jukir agar menambah tarif penitipan helm sebesar Rp 2 ribu untuk parkir insidentil sepeda motor. Dengan begitu tarif parkir insidentil ditambah dengan tarif penitipan helm besarannya menjadi Rp 5 ribu.

Menurutnya, penambahan tarif penitipan helm ini untuk mengantisipasi jika ada helm hilang. Sebab, kalau ada helm hilang menjadi tanggung jawab jukir.

“Kalau ada helm hilang, kami (jukir,red) yang mengganti. Dishub lepas tangan. Makanya Dishub yang menganjurkan ada tarif tambahan untuk penitipan helm,” pungkas Budi.

Tapi kenyataannya, lanjut Budi, saat ada jukir yang memungut retribusi parkir insidentil sebesar Rp 5 ribu malah ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan pungli. Padahal, tarif sebesar Rp 5 ribu itu merupakan tarif untuk membayar retribusi parkir insidentil dan jasa penitipan helm.

Untuk itu, jukir memberi tambahan stempel di bagian belakang karcis resmi. Stempel itu berbunyi tarif tambahan penitipan helm sebesar Rp 2 ribu. “Stempel tambahan untuk tarif penitipan helm memang dibuat oleh para jukir sendiri,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan, untuk jukir yang terkena OTT merupakan wewenang Polres. Sehingga dalam hal ini pihaknya hanya bertindak sebagai saksi. Karena dalam melakukan tindakan, polisi tentu sudah sesuai SOP dimana sudah meliputi bukti, saksi, maupun fakta di lapangan.

Sedangkan masalah tambahan Rp 2 ribu untuk penitipam helm, Priyo menuturkan Pemerintah Kota Blitar melalui Walikota sudah mengizinkannya. Namun dengan catatan tidak merubah isi Perda. “Pak Wali sudah mengizinkan jasa penambahan tarif jasa penitipan helm. Tapi harus ada kesepakatan dengan masyarakat yang parkir,” kata Priyo.

Terpisah Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi mengatakan, dalam hearing pihaknya sudah memahami apa yang diresahkan oleh jukir. Sehingga untuk mencari solusi, pihaknya memastikan akan ada komunikasi selanjutnya antara Dishub dengan perwakilan jukir.

Menurutnya, dalam masalah tersebut ada kesalahpahaman pada tarif yang diberlakukan pada jasa penitipan helm sebesar Rp 2 ribu, sehingga biaya parkir mencapai Rp 5 ribu.

“Setelah ada komunikasi antara Dishub dan perwakilan jukir, selanjutnya kita akan melakukan rapat kerja dengan Diahub untuk menindaklanjutinya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, petugas Satreskrim Polres Blitar Kota telah menangkap seorang jukir nakal yang memungut uang parkir melebihi tarif yang ditentukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar. Jukir nakal itu ditangkap saat beroperasi di kawasan alun-alun, Kamis (05/04) malam. Jukir nakal yang diamankan, yakni DS, 37, warga Sukorejo Kota Blitar.(fat/wir)

Keterangan gambar: Suasana hearing di kantor DPRD Kota Blitar.(foto : fathan)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/100418-fat-blitar-parkir-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/100418-fat-blitar-parkir-150x150.jpgREDAKSIDaerahadakitanews,Berita,blitar,jukir,parkir,pungli
ADAKITANEWS, Kota Blitar - Puluhan juru parkir (jukir) yang ada di Kota Blitar mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan keluhannya, Selasa (10/04) siang. Para juru parkir ini mengaku khawatir dan gelisah dengan peristiwa penangkapan rekan sesama jukir oleh anggota Satreskrim Polres Blitar Kota beberapa waktu lalu di kawasan alun-alun, saat ada...