ADAKITANEWS, Jombang – Tambah satu lagi objek wisata di wilayah Kabupaten Jombang. Setelah Kedung Cinet yang berada di Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, sempat menjadi viral di dunia maya beberapa waktu lalu. Kini muncul destinasi wisata baru di wilayah perbukitan, yakni Goa Jepang.

Wisata yang berada di Dusun Gedangan Desa Kedunglumpung Kecamatan Mojoagung tersebut tergolong masih baru. Tempat wisata yang dikenal dengan Goa Jepang itu baru dibuka, tepatnya pada bulan Maret 2017. Meski tergolong baru, Goa Jepang sudah dikenal oleh banyak kalangan, baik masyarakat Jombang maupun dari luar Jombang.

Wisata yang menyuguhkan panorama alam di perbukitan ini sangat cocok untuk liburan keluarga maupun para kalangan muda. Meski saat ini masih belum bisa dimasuki karena alasan keselamatan pengunjung, Goa Jepang tetap memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya beberapa spot foto yang berlatarkan perbukitan dan hijaunya pepohonan dari hutan sekitar komplek wisata Goa Jepang.

Spot foto yang terkenal dan ramai diperbincangkan di sosial media saat ini, yaitu replika bunga matahari yang dibuat oleh anggota Perhutani dibantu warga, dan terbuat dari kayu. Spot foto tersebut berada sedikit menjorok ke arah jurang, sehingga ketika difoto hasilnya seakan-akan terlihat bahwa pengunjung terbang di atas jurang.

Spot foto lainnya yakni replika sarang burung yang berukuran besar. Replika tersebut juga dibuat dari kayu dan ranting-ranting pepohonan yang sudah kering. Kedua spot foto itulah yang menjadi incaran para pengunjung wisata Goa Jepang.
Untuk mendapatkan foto di dua lokasi tersebut pengunjung cukup membayar retribusi sebesar Rp 2.000 per orang. Harga yang sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Selain untuk objek berfoto, Goa Jepang juga menjadi incaran bagi pencinta olahraga sepeda, karena tempatnya yang berada di perbukitan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta olahraga sepeda ontel.
Seperti komunitas Gowes Kawan Club (GKC Jombang) yang beranggotakan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kalangan Pemerintahan kabupaten Jombang ini. “Karena tempatnya bagus dan trackingnya yang juga relatif menanjak inilah yang mendorong kami untuk bersepeda ke Goa Jepang sekaligus untuk menguji adrenaline kami,” ujar Restu, Ketua GKC Jombang saat dimintai komentar oleh Tim Adakitanews.com, Sabtu (15/04).

Meski baru dibuka Maret lalu, sudah terlihat banyak pengunjung yang datang. Apalagi ketika musim libur panjang tiba. Seperti pada Sabtu (15/04) pagi, hampir sekitar ratusan pengunjung datang untuk menikmati objek wisata tersebut.

Selain kalangan muda, terlihat juga beberapa rombongan yang membawa keluarganya. Sempat ada juga yang terlihat memasang alas untuk duduk sembari menyiapkan sarapan pagi yang dibawa dari rumah bersama keluarganya.

Amirul Setiyo Wibowo selaku koordinator pengelola wisata Goa Jepang menjelaskan bahwa adanya lokasi wisata ini berkat ide dari para anggota Perhutani yang bertugas di wilayah tersebut. “Awalnya untuk menambah penghasilan, sebab dalam kurun waktu 5 tahun ini tidak ada kenaikan terkait penghasilan. Dan ketika kumpul-kumpul, terbentuklah ide untuk membuat tempat wisata Goa Jepang ini,” ungkap Amirul yang juga selaku Kaur Tata Usaha Tata Kelola Perhutani.

Ketika disinggung soal sistem pengelolaan dan retribusi tiket masuk ke wisata Goa Jepang, Amirul menjelaskan, untuk tiket masuk para pengunjung hanya dibebankan biaya parkir sebesar Rp 5.000. Dan nantinya, hasil dari retribusi tersebut akan digunakan untuk pembangunan wisata Goa Jepang itu sendiri, seperti yang saat ini dibangun yakni kebutuhan kamar mandi dan toilet.

Selebihnya setelah untuk pembangunan sarana wisata maka akan dibagi untuk tambahan penghasilan anggota dan elemen yang terlibat dalam pengelolaan wisata Goa Jepang. “Untuk pengelolaannya sendiri dari anggota Perhutani dibantu karang taruna desa setempat dan beberapa warga,” jelas Amirul.

Amirul juga menambahkan, bahwa nama Goa Jepang ini diambil dari nama Goa yang konon sempat dihuni oleh tentara Jepang. Keberadaan Goa Jepang tersebut juga baru ditemukan pada tahun 2003 yang lalu. Dan sampai saat ini belum ada tim dari dinas terkait ataupun dari balai penelitian arkeolog yang meneliti keberadaan Goa tersebut.

Di akhir wawancara Amirul sempat mengungkapkan bahwa ketika nanti Goa Jepang ini diambil alih oleh Dinas Pariwisata untuk pengelolaannya, Amirul berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan wisata Goa Jepang selama ini agar tidak dikesampingkan. “Saya berharap Dinas terkait agar tetap mengikutsertakan masyarakat sekitar ketika nanti diambil alih oleh Dinas Pariwisata,” ujar Amirul.(ar)

Keterangan gambar: Pengunjung saat mencoba salah satu spot foto di Wisata Goa Jepang.(foto:adi rosul)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/04/150417-ar-jombang-goa-1-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/04/150417-ar-jombang-goa-1-150x150.jpgREDAKSIGaya Hidupadakitanews,Berita,goa jepang,jombang,wisata
ADAKITANEWS, Jombang – Tambah satu lagi objek wisata di wilayah Kabupaten Jombang. Setelah Kedung Cinet yang berada di Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan, sempat menjadi viral di dunia maya beberapa waktu lalu. Kini muncul destinasi wisata baru di wilayah perbukitan, yakni Goa Jepang. Wisata yang berada di Dusun Gedangan Desa...