ADAKITANEWS, Tulungagung – Menangkap ikan dengan tangan kosong atau disebut pula gogo, menjadi keasyikan tersendiri bagi masyarakat Desa/Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Ratusan warga Desa Ngantru, Minggu (01/04) siang, berlomba-lomba menangkap ikan di area persawahan. Warga dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga lanjut usia tampak antusias, meski belepotan lumpur.

=========

Panitia yang juga relawan calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo – Maryoto Birowo, menebar 5 kuintal ikan. Jenis ikan yang dilepaskan diantaranya ada lele, gabus, bahkan belut juga ada. Ada tantangan tersendiri bagi peserta, mengingat lokasinya berlumpur dan pesertanya berjubel. Bagi kalangan anak-anak dan remaja, lomba menangkap ikan lele justru menjadi hiburan tersendiri. Bahkan tak jarang dari mereka yang hanya sekadar bermain-main, atau saling berebut sambil bersendau gurau.

Situasi ini membuat calon Bupati, Syahri Mulyo tak tahan untuk ikut berbaur menangkap ikan bersama warga. Beberapa kali ikan lele sudah berada di tangan Syahri, namun ketika akan diangkat ternyata malah terlepas. Hal ini membuat warga yang menonoton bertepuk tangan sambil berteriak menyemangati.

“Saya menyatakan terimakasih pada masyarakat Desa Ngantru, yang telah meleksanakan kegiatan gogo ini. Seperti mengingatkan masa kecil saya dulu,” kenang calon Bupati, Syahri Mulyo.

Menurut Syahri, kegiatan gogo ikan ini sebenarnya banyak menyimpan filosofi. Menangkap ikan dengan tangan koksong, berarti diperlukan konsentrasi, insting dan fokus agar tujuannya tercapai.

“Ini mengajarkan, jika ingin mencapai tujuan, maka diperlukan usaha keras, ulet, tekun disiplin, naluri yang tajam dan fokus,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat tempo dulu. Melihat kegiatan ini sekali – kali harus dilaksanakan supaya pikiran masyarakat tidaklah tergerus oleh budaya dari luar yang masuk ke Indonesia.

“Kegiatan ini juga sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi, dengan semua komunitas masyarakat di pedesaan. Dan ternyata mereka cukup senang. Dan yang terpenting adalah dengan gogo ini merupakan cara menangkap ikan yang ramah lingkungan,” tambah Syahri.

Berapa ikan yang didapat ? “Tadi sudah berulangkali menangkap, tapi terlepas lagi ketika diangkat. Setelah berusaha keras akhirnya dapat dua yang berhasil saya angkat. Setelah itu cukup, sesuai nomor urut pasangan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo yang nomor dua,” pungkas Syahri sambil memberi isyarat dengan jari.(bac)

Keterangan gambar : Warga Desa Ngantru, Tulungagung saling berebut ikan dalam kegiatan gogo ikan.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/010418-bac-tulungagung-gogo-1-1024x576.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2018/04/010418-bac-tulungagung-gogo-1-150x150.jpgREDAKSIAda Sajaadakitanews,Berita,gogo ikan,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Menangkap ikan dengan tangan kosong atau disebut pula gogo, menjadi keasyikan tersendiri bagi masyarakat Desa/Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Ratusan warga Desa Ngantru, Minggu (01/04) siang, berlomba-lomba menangkap ikan di area persawahan. Warga dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga lanjut usia tampak antusias, meski belepotan...