ADAKITANEWS, Kediri – Puluhan massa dari Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri menggelar aksi demo di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Rabu (06/12) siang.

Mereka datang menuntut pembebasan Ahmad Syarifudin, 18, santri Pondok Pesantren Daruul Fatihin, Dusun Tegal Rejo Desa Badas Kabupaten Kediri, yang dituduh menjadi penadah hasil curian.

Syarifudin dituduh menjadi penadah hasil curian setelah membeli sebuah ponsel melalui media sosial seharga Rp 600 ribu.

Korlap Aksi, Nur Agung mengatakan, pihaknya menuntut keadilan dari Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, serta memberikan dukungan moral kepada Syarifudin.

“Padahal dari kronologis dan juga saksi kejadian itu sudah jelas, Syarifudin tidak bersalah. Syarifudin cuma santri yang lugu dan jujur. Ia tidak tahu apa-apa. Ia hanya bermaksud membeli barang itu karena ia menginginkan HP. Ia tidak tahu bahwa itu adalah barang curian,” ucapnya.

Pria yang biasa disapa Agung itu menjelaskan, berdasarkan kronologis yang ada seharusnya Jaksa tahu bahwa Syarifudin tidak bersalah. “Kami minta ia dibebaskan,” tukasnya.

Sebelumnya diketahui, Syarifudin ditangkap sekitar dua bulan lalu lantaran dituduh menjadi penadah barang curian. Ia kemudian ditahan dan kini telah menjalani persidangan sebanyak 2 kali.(kdr1)

Keterangan gambar: Massa berkumpul di depan Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.(foto: muchlis ubaidhillah)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/061217-kdr1-kediri-gp-ansor-3-1024x768.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/12/061217-kdr1-kediri-gp-ansor-3-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,Berita,gp ansor,kediri,penadah,pengadilan negeri kabupaten kediri,santri
ADAKITANEWS, Kediri - Puluhan massa dari Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri menggelar aksi demo di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Rabu (06/12) siang. Mereka datang menuntut pembebasan Ahmad Syarifudin, 18, santri Pondok Pesantren Daruul Fatihin, Dusun Tegal Rejo Desa Badas Kabupaten Kediri, yang dituduh menjadi penadah hasil curian. Syarifudin dituduh menjadi penadah...