ADAKITANEWS, Tulungagung – Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung berhasil membekuk pengedar narkoba jenis sabu.

Untuk mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan barang haram tersebut di dalam pistol jenis airsoft gun. “Satreskoba berhasil menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Tulungagung. Sabu tersebut disimpan dalam airsoft gun, tujuannya sebagai upaya kamuflase,” kata Wakapolres Tulungagung, Kompol Andik Gunawan, Senin (13/11).

Kompol Andik mengatakan, modus pengiriman narkoba jenis sabu dengan memanfaatkan airsoft gun ini tergolong baru. Sabu dalam pistol untuk olahraga menembak itu, diketahui didapat dari dua tersangka yang digerebek di sebuah halte saat melakukan transaksi. Namun Kompol Andik masih enggan mengungkap nama kedua pelaku, dengan alasan kepentingan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Disampaikan, penangkapan itu merupakan pengembangan dari penggerebekan pesta sabu-sabu di sebuah rumah yang dilakukan dua orang residivis atas kasus yang sama, yang diduga merupakan anggota sindikat pengedar narkoba jenis dobel L dan sabu yaitu Prayogi, 28, warga Desa Pojok Kecamatan Ngantru dan Hengki Ribet Triyono Priyo, 34, warga Kelurahan Bago Kecamatan Tulungagung.

Dari penangkapan ini, polisi menemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,06 gram, pil dobel L sejumlah 5.000 butir, uang Rp 400 ribu serta sebuah ponsel. Saat menggeledah dompet salah satu pelaku ini, lanjut Kompol Andik, polisi menemukan selembar resi pengiriman paket barang yang diduga juga berisi sabu-sabu.

“Dengan petunjuk bukti resi ini anggota kami melakukan penggerebekan di sebuah halte di wilayah Ngantru yang menjadi lokasi pertemuan untuk transaksi,” ujar Andik.

Dari hasil operasi ini, polisi berhasil menangkap tiga tersangka. Barang bukti narkoba yang disita dari kelima pelaku berupa sabu seberat 7,55 gram, pil dobel L sebanyak 15 ribuan butir, psikotropika tablet dengan merek Alpha sebanyak 24 boks, seperangkat bong alat hisap sabu, sepucuk airsoft gun, ponsel dan sejumlah uang.

Setelah dua kali penggerebekan itu, polisi kembali menangkap seorang pengedar pil koplo atau dobel L di wilayah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kedungwaru. Kini polisi masih mendalami apakah ada keterkaitan antara kasus ini dengan yang sebelumnya.

Sementara itu kelima pelaku dijerat pasal 114 dan 127 Undang-undang Narkotika Nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan pengedar dobel L dan obat penenang jenis tablet yang masuk kelompok obat keras atau psikotropika, dijerat pasal 197 Sub 196 Kesehatan Nomor 36/2009 dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.(ta1)

Keterangan gambar : Polisi menunjukkan barang bukti.(foto : acta cahyono)

http://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/131117-ta1-tulungagung-sabu-1-1024x573.jpghttp://www.adakitanews.com/wp-content/uploads/2017/11/131117-ta1-tulungagung-sabu-1-150x150.jpgREDAKSIHukum Kriminaladakitanews,airsoft gun,Berita,sabu,Tulungagung
ADAKITANEWS, Tulungagung – Satuan Reserse Narkoba Polres Tulungagung berhasil membekuk pengedar narkoba jenis sabu. Untuk mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan barang haram tersebut di dalam pistol jenis airsoft gun. “Satreskoba berhasil menggagalkan transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Tulungagung. Sabu tersebut disimpan dalam airsoft gun, tujuannya sebagai upaya kamuflase,” kata Wakapolres...